SURABAYA - Puluhan kiai dan santri yang tergabung dalam Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) menggelar shalat Li Daf’il Bala atau tolak bala. Kegiatan digelar di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Jalan Siwalankerto II, Surabaya, Rabu (4/11/2026) malam.
Shalat dipimpin pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. Shalat dilaksanakan empat rokaat dengan dua kali salam dan membaca Surat Al-Kautsar 17 kali, Surat Al-Ikhlash 5 kali serta Surat Al-Mu’awwidzatain masing-masing 1 kali.
Seusai pelaksanaan shalat, KH Asep Saifudin Chalim mengatakan, bahwa shalat ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi bangsa Indonesia saat ini.
“Indonesia hari ini tidak baik-baik saja. Banyak kejadian dan semoga tidak terjadi balak, tidak terjadi musibah, fitnah. Karena itu kita menggelar doa, kita melaksanakan shalat dan dzikir untuk menolak balak,” ujarnya.
Baca Juga : Mendikdasmen Tekankan Ilmu Berakar di Hati Siswa Amanatul Ummah
Kiai yang akrap disapa Kiai Asep ini menjelaskan bahwa kegiatan ini juga sebagai wujud hubbul wathon minal iman.
“Kita menggelar shalat ini karena pertama kita merasa sebagai orang Nahdlatul Ulama yang punya prinsip Hubbul Waton minal Iman. Cinta pada tanah air merupakan bagian daripada iman seperti Rasulullah yang mencintai tanah airnya yakni Mekkah,” ujarnya.

Kiai Asep menambahkan melalui ikhtiar langit dengan sholat Lidaf’il Bala itu, JKSN berharap Indonesia tetap dalam lindungan Allah dan dijauhkan dari perpecahan, karena menjaga Indonesia adalah bagian dari iman. Doa itu juga dipanjatkan agar bala tidak menimpa Indonesia, Jawa Timur, dan Mojokerto, utamanya para pemimpinnya.
“Semoga tidak terjadi bala kepada Indonesia, tidak terjadi bala kepada Jawa Timur, tidak terjadi bala kepada Mojokerto, utamanya kepada para pemimpinnya. Tidak terjadi bala kepada Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Muhammad Al Barra. Semuanya diselamatkan dan diwujudkan cita-citanya dan dimudahkan urusannya demi terwujudnya Indonesia Adil, Maju dan Makmur,” ungkapnya.
Menurut Kiai Asep, cinta tanah air tidak hanya diwujudkan dengan kata-kata atau slogan, melainkan juga dengan doa dan ikhtiar spiritual, agar Indonesia, khususnya Kabupaten Mojokerto dan Jawa Timur, tetap senantiasa berada dalam lindungan Allah.
Di akhir, Kiai Asep memberikan apresiasi kepada PCNU Kabupaten Mojokerto yang rutin menggelar istighotsah demi terwujudnya Indonesia Maju, Adil dan Makmur. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















