JEMBER - Prajurit Batalyon Infanteri 509 Balawara Yudha Kostrad di Jember menggelar salat istisqa atau salat meminta hujan di Masjid Al-Hikmah, lingkungan markas batalyon. Kegiatan ini dilakukan sebagai ikhtiar spiritual menghadapi kemarau panjang yang memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, Jumat (16/10/2026).
“Kita berdoa kepada Allah SWT, khususnya untuk masyarakat di Jember, Sidoarjo, Surabaya, dan wilayah lainnya. Mudah-mudahan Allah menurunkan rahmat-Nya berupa hujan sehingga dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Mayor Inf. Sigit Satria, Pelaksana Harian (Plh.) Komandan Batalyon Infanteri 509/Balawara Yudha.
Salat istisqa dilaksanakan setelah para prajurit menunaikan salat Jumat. Melalui ibadah tersebut, mereka juga memanjatkan doa agar kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia segera mereda.
“Kami berharap melalui doa dan ikhtiar ini, Allah SWT memberikan keberkahan kepada satuan serta masyarakat. Semoga hujan segera turun dan bencana kebakaran hutan dan lahan dapat segera teratasi,” lanjutnya.
Baca Juga : Kemarau Panjang, Prajurit Kostrad Gelar Salat Istisqa
Kemarau panjang menyebabkan sejumlah wilayah menghadapi ancaman kekeringan, terutama kawasan tepian hutan yang jauh dari sumber air. Kondisi ini dapat menghambat pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Semoga hujan yang turun nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat dan meringankan beban warga yang terdampak kekeringan maupun karhutla,” ungkap Satria .
Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih secara berkala juga menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan dampak kekeringan yang dirasakan warga.
Baca Juga : Prajurit Yonif 509 Kostrad Gelar Salat Istisqa untuk Hadapi Kemarau Panjang
“Harapan kami, masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keadaan segera membaik. Mudah-mudahan hujan segera turun, sehingga kebutuhan air bersih terpenuhi dan risiko kebakaran hutan dan lahan bisa berkurang,” tutupnya.
Editor : Iwan Iwe























