KOTA BATU, PORTALJTV - Menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi pada musim hujan 2026–2027, Polres Batu memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bersama instansi terkait. Pemetaan wilayah rawan, kesiapan personel dan peralatan, hingga sosialisasi jalur evakuasi menjadi sejumlah langkah yang ditekankan.
Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dipicu atau dipengaruhi fenomena cuaca dan iklim, seperti curah hujan tinggi, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung. Ancaman tersebut menjadi perhatian di Kota Batu seiring meningkatnya kejadian bencana dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data, sepanjang 2025 tercatat 73 kejadian bencana. Sementara pada 2026, jumlahnya meningkat menjadi 122 kejadian. Rinciannya meliputi 52 tanah longsor, 39 angin kencang atau puting beliung, 20 kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta 11 banjir.
Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa mengatakan, peningkatan kejadian tersebut menjadi peringatan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika peristiwa terjadi. Kesiapan sistem dan koordinasi seluruh unsur harus dibangun sejak dini.
Baca Juga : Tanah Bergerak Sejauh Satu Meter, Puluhan Rumah di Bumirejo Blitar Terancam Longsor

“Data peningkatan kejadian bencana yang kita miliki menegaskan bahwa ancaman bencana bukan hanya soal jumlah, tetapi soal kesiapan sistem, sinergi antarinstansi, dan partisipasi aktif masyarakat,” tegas Panji.
Untuk itu, salah satu langkah yang ditekankan adalah pemetaan ulang titik-titik rawan bencana hingga tingkat desa dan kelurahan. Pemetaan tersebut mencakup kawasan rawan banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang. Pengaktifan kembali Desa Tangguh Bencana (Destana) juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan masyarakat di tingkat lokal.
Baca Juga : Longsor di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Akses Masih Tertutup Total
“Pemetaan wilayah rawan harus dilakukan hingga tingkat desa dan kelurahan. Kita harus mengetahui secara presisi titik-titik rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang,” ujarnya.
Selain pemetaan, Panji menekankan pentingnya mitigasi risiko sejak dini untuk melindungi keselamatan warga maupun infrastruktur vital. Seluruh personel dan sarana prasarana penanggulangan bencana juga harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.
“Kesiapan personel dan peralatan harus benar-benar dipastikan. Seluruh sarana prasarana harus dalam kondisi siap pakai ketika dibutuhkan dalam situasi darurat,” tegasnya.
Baca Juga : Jalur Trenggalek-Ponorogo Lumpuh Total! Batu Raksasa Timbun Jalan, Warga Putar Balik
Polres Batu juga mendorong sosialisasi jalur evakuasi yang aman serta penyiapan lokasi penampungan pengungsi yang layak dan terkoordinasi. Menurut Panji, masyarakat perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi agar proses evakuasi dapat berlangsung cepat dan aman.

Tidak kalah penting, koordinasi antarlembaga harus diperkuat melalui prosedur operasional standar (SOP) yang jelas, termasuk pembagian tugas masing-masing instansi dan rantai komando saat penanganan darurat.
Baca Juga : Evakuasi Truk Terperosok Longsor di Jalur Bromo Berlangsung Dramatis
“Sinergi dan kolaborasi antarsektoral harus diperkuat. Harus ada SOP yang jelas terkait pembagian tugas, siapa berbuat apa, serta rantai komando yang solid dan responsif,” katanya.
Panji berharap seluruh unsur yang terlibat memiliki kesamaan persepsi dan kecepatan bertindak dalam menghadapi potensi bencana. Penanganan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian serta partisipasi masyarakat.
“Saya berharap melalui kesiapsiagaan ini, kita semua tidak hanya siap secara fisik dan peralatan, tetapi juga memiliki kesamaan persepsi, kecepatan bertindak, serta kepedulian yang tinggi,” pungkasnya.
Sebagai langkah lanjutan, koordinasi dengan pemerintah daerah sekitar, termasuk Pemerintah Kabupaten Malang dan BPBD, perlu terus dijaga. Kesiapan petugas serta alat berat di jalur-jalur rawan bencana juga menjadi perhatian untuk mengantisipasi kemungkinan longsor maupun gangguan akibat cuaca ekstrem selama musim hujan 2026–2027. (Rafli)
Editor : JTV Malang



















