MADIUN - Polres Madiun Kota terus mendalami dugaan pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti dan anak laki-lakinya yang berusia empat tahun, yang dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Penyidik memeriksa dua lokasi yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut dengan melibatkan tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.
Seorang terduga pelaku bernama Dwi Bagus Martono telah dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami keterkaitannya dengan kedua lokasi yang diperiksa serta mengumpulkan bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian penyidik berada di Jalan Doho, Gang Tentrem, Kota Madiun. Rumah tersebut telah dipasangi garis polisi. Sebuah mobil Suzuki Karimun bernomor polisi AE 1198 PR juga terlihat terparkir di depan rumah. Namun, keterkaitan rumah dan kendaraan tersebut dengan peristiwa yang menimpa korban masih didalami oleh penyidik.
Sementara itu, Satreskrim Polres Madiun Kota bersama tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara di sebuah rumah di Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong, Kota Madiun. Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan bukti forensik dan menelusuri dugaan rangkaian peristiwa di lokasi tersebut.
Baca Juga : Sampah Jadi Pemicu Sumbatan, Saluran Drainase MT Haryono Madiun Dikeruk
Penyidik juga mendalami dugaan bahwa jasad korban dihancurkan menggunakan mesin pencacah, kemudian diduga dibakar dengan insinerator sebelum sisa-sisanya dibuang ke aliran Sungai Bengawan Madiun. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan forensik dan pencocokan barang bukti.
Sebelumnya, kehilangan Dini Hardiyanti dan anaknya dilaporkan ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026. Polisi kemudian menelusuri rekaman kamera pengawas di sejumlah lokasi, termasuk Hotel Mataram Baru di Jalan Dokter Soetomo, Kota Madiun, untuk melacak pergerakan korban.
Hingga kini, penyidik masih memeriksa barang bukti dan mendalami keterangan terkait kasus tersebut guna mengungkap rangkaian peristiwa serta memastikan penyebab dan cara korban diduga meninggal dunia. Polisi belum menyimpulkan seluruh dugaan yang muncul dalam penyelidikan.
Editor : JTV Madiun























