JOMBANG - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, para pedagang hewan kurban mulai memanfaatkan media sosial untuk mendongkrak penjualan. Selain membuka lapak secara langsung, penjual kini aktif memasarkan kambing dan sapi kurban melalui siaran langsung atau live di media sosial agar lebih mudah menjangkau calon pembeli.
Salah satunya dilakukan Abdul Ghofur (25), peternak kambing muda asal Kabupaten Jombang. Pemilik Family Farm di dusun Semanding, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto itu rutin menampilkan kondisi hewan secara langsung mulai dari ukuran tubuh, kesehatan, aktivitas hewan di dalam kandang, hingga harga jual agar calon pembeli merasa lebih yakin meski tidak datang langsung ke kandang.
Menurut Abdul Ghofur, media sosial membantu dirinya membangun kepercayaan pembeli tanpa harus datang langsung ke kandang. Pembeli bisa melihat kondisi hewan secara terbuka dan memilih kambing sesuai kebutuhan hanya melalui ponsel.

“Pembeli yang sudah langganan, biasanya datang langsung ke kandang. Namun untuk memperluas pemasaran, saya juga menjual kambing secara online melalui live di media sosial,” ujar Ghofur.
Cara ini terbukti efektif menarik pembeli dari berbagai daerah seperti Jombang, Mojokerto, hingga Kediri. Dari total 40 ekor kambing yang disiapkan untuk musim kurban tahun ini, lebih dari 20 ekor telah terjual.
Selain mengandalkan live media sosial, Abdul Ghofur juga menyediakan layanan tambahan berupa jasa cukur bulu kambing dan domba. Layanan tersebut cukup diminati karena membuat hewan terlihat lebih bersih, rapi, dan meningkatkan nilai jual saat ditawarkan kepada calon pembeli.
Salah satu pelanggan, Muhammad Ali Fikri (22), menilai kondisi dan penampilan hewan kurban menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli. Karena itu, ia memilih mencukur bulu dombanya agar terlihat lebih bersih dan menarik.
“Pembeli akan lebih tertarik kalau hewannya bersih dan bulunya kelihatan putih. Bisa menaikkan harga juga,” ujarnya.
Fenomena pemasaran hewan kurban melalui media sosial kini semakin berkembang di berbagai daerah. Selain memudahkan transaksi, cara tersebut juga membantu peternak kecil memperluas pasar dan beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat yang semakin akrab dengan belanja digital. (*)
Editor : A. Ramadhan



















