SURABAYA - Persebaya Surabaya memperketat proses tes medis terhadap pemain baru yang akan direkrut untuk menghadapi Super League 2026/2027. Langkah ini dilakukan guna memastikan pemain yang bergabung berada dalam kondisi fisik prima sebelum kompetisi bergulir.
Persebaya saat ini tengah mematangkan komposisi skuad untuk musim depan. Selain mencari pemain berkualitas, manajemen juga memperketat proses seleksi melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum pemain resmi direkrut.
Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam proses perekrutan pemain. Menurutnya, musim ini Persebaya meningkatkan standar pemeriksaan dengan dukungan mitra medis yang lebih lengkap.
"Ya sebenarnya ini proses yang selalu Persebaya lakukan setiap musim. Jadi kami selalu melakukan tes medis sebagai salah satu syarat utama masuk ke skuad Persebaya. Tahun ini levelnya meningkat karena kami memiliki medical partner sehingga secara alat dan standar pemeriksaan lebih baik," ujar Candra.

Selain menambah tenaga dokter dan tim medis, Persebaya juga menerapkan pendekatan sport science dalam proses pemeriksaan pemain. Hingga saat ini, enam pemain telah menjalani pemeriksaan kesehatan dengan metode yang mengadopsi standar sejumlah klub elite Eropa.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendeteksi kondisi fisik pemain secara lebih menyeluruh sekaligus mengidentifikasi potensi cedera yang dapat memengaruhi performa selama kompetisi.
Salah satu pemain Persebaya, Dicky Kurniawan, menilai pemeriksaan kesehatan yang dilakukan klub sangat membantu pemain profesional. Menurutnya, pemeriksaan yang detail membuat pemain lebih memahami kondisi tubuhnya sebelum menjalani kompetisi.
"Sangat senang karena pemeriksaannya sangat lengkap. Kami sebagai pemain bisa menjadi lebih percaya diri di lapangan," kata Dicky.
Untuk mendukung program tersebut, Persebaya menggandeng salah satu rumah sakit swasta di Surabaya melalui Sports Injury Treatment and Performance Center. Kerja sama ini mencakup pemeriksaan kesehatan, pemantauan kondisi fisik, hingga pendampingan performa pemain selama musim berjalan.
Candra berharap peningkatan standar pemeriksaan kesehatan dapat membuat proses seleksi pemain menjadi lebih optimal serta membantu pemain tampil dalam kondisi terbaiknya sepanjang musim.
"Harapannya ini menjadi seleksi yang lebih ketat kepada pemain-pemain baru maupun pemain lama sebelum liga utama. Sehingga mereka bisa datang dengan kondisi yang lebih matang dan lebih fit," pungkasnya.(Luluk listiani)
Editor : Iwan Iwe



















