SURABAYA - Sebanyak 24 siswa didampingi tiga guru pendamping dari kelas X dan XI SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya melakukan kunjungan edukatif ke studio JTV. Kegiatan ini merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan siswa di bidang ilmu penyiaran secara profesional.
Seluruh siswa yang mengikuti kegiatan ini merupakan anggota dari organisasi Sinlui TV, sebuah wadah ekstrakurikuler yang bergerak di bidang produksi konten dan penyiaran. Kunjungan ini menjadi bagian dari program pembelajaran lapangan agar siswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga melihat praktik nyata di industri penyiaran.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa berkesempatan melihat langsung proses di balik layar (behind the scene) dari program berita "Jatim Awan" yang tayang pukul 14.00 WIB dan program olahraga "Pojok Arena" pukul 14.30 WIB.
Selain melihat proses syuting di studio, para siswa juga diajak masuk ke dalam control room. Didampingi oleh tim redaksi, mereka mengenal lebih detail berbagai alat profesional dan teknis operasional yang digunakan saat siaran berlangsung.
Baca Juga : Gali Ilmu Penyiaran, Puluhan Siswa DKV SMKN 1 Bantul Sambangi Studio JTV Surabaya
Diah Lestari, guru pembina Sinlui TV, menuturkan bahwa melalui kunjungan ke JTV, para siswa diharapkan mendapatkan ilmu baru yang dapat dikembangkan di lingkungan sekolah.
"Kami melakukan kunjungan ke JTV agar anak-anak bisa mengembangkan program yang ada di Sinlui TV secara profesional, mengacu pada standar tim yang ada di JTV," ujarnya.
Pemilihan JTV sebagai tujuan kunjungan bukan tanpa alasan. Selain telah menjadi agenda tahunan sekolah, JTV dikenal sebagai stasiun televisi lokal terbesar di Jawa Timur dengan kualitas program yang diakui masyarakat luas. Hal ini menjadikan JTV sebagai laboratorium yang tepat bagi siswa untuk menggali pengalaman penyiaran.
Baca Juga : Dari Ruang Kelas ke Studio TV: Siswa SMKN 1 Sampang Dalami Industri Penyiaran di JTV Malang
Melalui kunjungan ini, pihak sekolah berharap para siswa mampu menghasilkan karya kreatif yang memiliki standar kualitas setara dengan industri pertelevisian nasional. (Cahya Fitra)
Editor : Iwan Iwe



















