BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) memberi pendampingan kepada orang tua NH, 15 tahun yang meninggal dunia karena diduga dikeroyok di Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo.
Pendampingan ini diberikan sejak Selasa (31/12) kemarin. Dinsos PPKB mengutus tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) untuk mendampingi psikologis orang tua korban.
Kepala Dinsos PPKB, Henik Setyorini mengatakan usai mendapat kabar tim P2TP2A langsung jemput bola mendatangi kediaman korban di Desa Kedung Gebang, Kecamatan Tegaldlimo. Tim memberikan asesment penguatan psikolgis untuk orang tua korban.
Dinsos juga membawa profesional psikolog untuk melakukan terapi kepada orang tua korban. Hingga kini tim masih melakukan assesment.
Selain pendampingan psikologis, Henik mengaku P2TP2A juga berkomitmen membantu mengawal proses hukum perkara ini hingga ke pengadilan. Ia ingin memastikan bahwa pelaku penganiayaan mendapat hukuman yang setimpal.
Ia mengecam tindakan kekerasan hingga berakibat hilangnya nyawa tersebut. Ia juga berharap kepada orang tua untuk lebih siaga dalam mengawasi pergaulan putra-putrinya.
Sebab apa, penganiayaan yang terjadi di Desa Kedung Gebang tersebut sebelumnya dipicu aksi mabuk-mabukan minuman keras.
Anak-anak perlu diperhatikan bagaimana pergaulannya, aktivitasnya maupun pertemanannya. Supaya hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah lebih dini," terangnya
Sebagai informasi, NH ditemukan meninggal dunia di sebuah area kebun buah naga di Desa Kedung Gebang, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Senin (30/12).
Saat ditemukan jasad NH posisinya tertelungkup nyaris telanjang dengan tubuh dipenuhi luka bahkan wajahnya sulit dikenali.
Kasus ini kemudian terbongkar setelah, salah satu rekan korban melapor ke Polsek Tegaldlimo. Pelapor menyebut bahwa sebelumnya ia, korban dan 5 remaja lainnya melalukan pesta miras jenis arak yang dicampur pil trex.
Saat pesta miras terjadilah cekcok. Korban NH dipukuli hingga tak sadarkan diri hingga kemudian tewas. Ironisnya jasad korban kemudian dibuang ke kebun buah naga. Hingga kemudian jasadnya ditemukan warga dan kasus ini pun dilaporkan ke polisi.
Saat ini kasus ini pun masih didalami oleh pihak kepolisian. Polisi menahan 4 teman korban dan dimintai keterangan sebagai terduga pelaku.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra mengatakan empat orang yang diamankan diantaranya adalah MA, 20 tahun ; RSM, 16 tahun ; DH, 15 tahun dan DA,15 tahun. Saat ini pemeriksaan masih terus berjalan.
Tiga dari 4 pelaku masih berstatus anak-anak. Untuk status sudah kita naikan ke tahap sidik. Untuk terduga kita kontruksikan dengan pasal berbeda sesuai peran dan perbuatannya," kata Rama.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi