SURABAYA - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perkapalan meraih penghargaan sebagai pelopor lembaga pengembangan kompetensi welder (pengelasan) maritim di Indonesia dari PT Jawapos Media Televisi (JTV).
Direktur LSP Perkapalan, Ir. Didid Mirjanto, M.Eng menerima penghargaan dari Pemimpin Redaksi Abdul Rochim, pada malam apresiasi East Java Maritime Awards 2026 di studio JTV, Rabu (20/05/2026) malam.
Apresiasi tersebut diberikan setelah dewan juri dari unsur akademisi, asosisasi di bidang kelautan, dan media menilai LSP Perkapalan layak memperoleh predikat sebagai pelopor lembaga pengembangan SDM welder kemaritiman. LSP Perkapalan ditetapkan sebagai salah satu penerima penghargaan East Java Maritime Awards 2026 dalam Kelompok Lembaga Pengembangan SDM Maritim di Jatim atas perannya sebagai ‘Pelopor Pengembangan Kompetensi Welder Maritim Indonesia’
Selain LSP Perkapalan, penerima award pada kategori lembaga pengembangan SDM maritim adalah Fakultas Teknologi Perkapalan ITS Surabaya, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Unesa Surabaya.
‘’East Java Maritime Awards memang kami dedikasikan kepada lembaga dan perorangan yang memiliki komitmen tinggi, kepeloporan, dan kinerja yang mendukung pembangunan di sektor kelautan atau kemaritiman,’’ kata Abdul Rochim dalam sambutannya.
Berbeda dengan Perguruan Tinggi atau Sekolah Menengah Kejuruan di bidang kelautan atau kemaritiman,LSP Perkapalan merupakan lembaga pengembangan kompetensi SDM, terutama melalui kegiatan sertifikasi kompetensi bagi pekerja atau calon pekerja di bidang perkapalan.
Seiring dengan pesatnya perkembangan industri perkapalan, muncul kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil, terlatih, dan memiliki sertifikasi yang diakui. LSP Perkapalan memberikan sertifikasi kompetensi bagi para profesional di sektor perkapalan. Oleh karena itu, LSP Perkapalan berkomitmen melakukan sertifikasi secara profesional dengan berpedoman Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Didirikan pada tanggal 13 Mei 2015 berdasarkan Akta Pendirian Perkumpulan “Lembaga Sertifikasi Profesi Perkapalan” yang disingkat LSP Perkapalan oleh Notaris R. Wedyo Nugroho, SH Nomor 03. Didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja. Seiring dengan pesatnya perkembangan industri perkapalan, muncul kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil, terlatih, dan memiliki sertifikasi yang diakui.
LSP Perkapalan didirikan sebagai respons terhadap tantangan tersebut, dengan memberikan sertifikasi kompetensi bagi para profesional di sektor perkapalan.
Sejak didirikan, LSP Perkapalan yang tergabung dalam Kampuh Group ini semakin berkembang. Pada tanggal 20 Maret 2018, terbit Lisensi BNSP-LSP-1157-ID dengan keputusan dari Ketua BNSP Nomor KEP.0326/BNSP/III/2018. Selanjutnya mendpaatkan re-lisensi tanggal 29 Juli 2022 dengan keputusan dari Ketua BNSP Nomor KEP.1517/BNSP/VII/2022 dan Penambahan Ruang Lingkup dengan Keputusan dari Ketua BNSP Nomor KEP.1053/BNSP/IV/2023 pada tanggal 18 April 2023.
Peserta sertifikasi terus juga bertambah, baik sertifikasi welding maupun non welding. Sertifikasi dimulai sejak tahun 2019 dengan semuanya sertifikasi welding. Sejak tahun 2021 sertifikasi non welding mulai dibuka. Tahun 2024, sertifikasi welding sebanyak 580 peserta dan non welding mencapai 610 orang.
LSP Perkapalan berperan aktif dalam menyelenggarakan uji kompetensi dan sertifikasi bagi tenaga kerja yang bergerak di berbagai bidang perkapalan, seperti teknik perkapalan, keselamatan kapal, pengoperasian kapal, dan lain-lain. LSP Perkapalan juga bekerja sama dengan berbagai instansi dan asosiasi di sektor perkapalan untuk memastikan bahwa standar kompetensi yang diberikan selalu relevan dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Dalam melaksanakan uji kompetensi profesi, LSP Perkapalan memiliki enam skema sertifikasi, yakni pengelasan, fabrikasi, outfitting, quality, blasting painting, scaffolding, dan manajerial. Skema pengelasan meliputi welder muda, madya dan utama perkapalan. Sedangkan skema fabrikasi mencakup operator fabrikasi, plate fitter assembly dan plate fitter dock. Sedangkan outfitting meliputi pipe fitter, fitter hull outfitting, operator mesin outfitting, dan ship electrician outfitting.
Pada skema serifikasi quality melputi inspector mutu hull construction, dan teknisi. Sedangkan skema sertifikasi blasting painting mencakup operator blasting painting dan supervise blasting painting. Dan pada skema scaffolding meliputi operator dan supervisi. Khusus skema sertifikasi manajerial hanya mencakup satu jenis sertifikasi kompetensi yakni manajer shipyard. Semua pelaksanaan kegiatan sertifikasi dilakukan bekerjasama dengan sejumlah Tempat Uji Kompetensi (TUK) di berbagai perusahaan dan lembaga pendidikan di Indonesia. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















