PROBOLINGGO - Komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menjaga kelestarian ekosistem laut mendapat apresiasi di tingkat Jawa Timur. Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris menerima penghargaan East Java Maritime Awards 2026 dalam ajang Maritime Festival yang digelar JTV di Surabaya, Rabu (20/5/2026).
Penghargaan tersebut diberikan atas upaya Pemkab Probolinggo dalam mendorong konservasi laut berkelanjutan serta menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Rina Prabawati Direktur JTV kepada Gus Haris di hadapan sejumlah kepala daerah dan pemangku kepentingan sektor kemaritiman di Jawa Timur.
Gus Haris menegaskan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang selama ini ikut menjaga kawasan laut di Kabupaten Probolinggo.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah daerah, tetapi untuk seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo dan stakeholder yang selama ini ikut menjaga sektor kemaritiman,” kata Gus Haris usai acara.
Menurutnya, Kabupaten Probolinggo memiliki potensi kelautan yang besar karena didukung garis pantai panjang dan kawasan kepulauan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan.
Namun di balik potensi tersebut, wilayah perairan Probolinggo juga menghadapi tantangan serius berupa kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan pada masa lalu.
“Kerusakan terumbu karang kita cukup tinggi, hampir mendekati 40 persen. Karena itu pemulihan ekosistem laut harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
Untuk mempercepat pemulihan ekosistem bawah laut, Pemkab Probolinggo menggandeng berbagai pihak mulai dari aparat kepolisian, TNI AL, kepolisian hingga perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR).
“Kami mengajak Polri, armada laut, kepolisian, dan pihak CSR untuk melakukan transplantasi terumbu karang agar ekosistem laut bisa kembali pulih,” imbuhnya.

Gus Haris menegaskan konservasi laut merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak bisa dirasakan secara instan, melainkan untuk keberlangsungan generasi mendatang.
“Laut ini bukan sekadar warisan nenek moyang, tetapi titipan anak cucu yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Ia menjelaskan proses pemulihan ekosistem laut membutuhkan waktu panjang. Menurutnya, hasil maksimal dari upaya konservasi baru bisa dirasakan dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun mendatang.
Selain fokus pada pelestarian lingkungan, Pemkab Probolinggo juga terus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan sektor perikanan dan UMKM berbasis hasil laut.
“Pemerintah pusat saat ini juga telah menyiapkan program Kampung Nelayan dan Kabupaten Probolinggo sudah masuk tahap survei,” jelasnya.
Menurut Gus Haris, program tersebut tidak hanya berfokus pada hasil tangkapan ikan, tetapi juga pengolahan produk laut agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat.
“Ke depan, hasil laut harus bisa diolah menjadi produk UMKM unggulan sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat tanpa merusak lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Abdul Rokim Direktur Pemberitaan JTV mengatakan Maritime Awards 2026 diberikan kepada lima daerah di Jawa Timur yang dinilai memiliki kontribusi dalam pengembangan sektor kemaritiman dan pelestarian lingkungan laut.
“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi daerah yang serius membangun sektor kemaritiman secara berkelanjutan,” ujar Abdul Rokim. (*)
Editor : M Fakhrurrozi

















