MAGETAN - Hasil panen tomat petani di Kabupaten Magetan tahun ini cukup melimpah. Namun, kondisi tersebut justru diikuti anjloknya harga di tingkat petani yang kini hanya sekitar Rp1.500 per kilogram.
Petani tomat di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Magetan, saat ini mulai memasuki masa panen. Hasil produksi tahun ini dinilai cukup bagus dengan jumlah panen yang lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya.
Namun, melimpahnya hasil panen tidak diikuti dengan kenaikan harga. Tomat di tingkat petani kini hanya dihargai sekitar Rp1.500 per kilogram.
Padahal, pada tahun sebelumnya harga tomat masih berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Dengan harga saat ini, pendapatan dari hasil panen dinilai hanya cukup untuk menutup biaya produksi.
Dari sekitar 2.500 batang tanaman tomat, petani dapat menghasilkan rata-rata sekitar 3,5 kuintal dalam sekali panen. Pada panen tertentu, hasil produksi bahkan bisa mencapai sekitar 6 kuintal.
Petani menduga anjloknya harga tomat disebabkan melimpahnya pasokan di pasaran, termasuk tomat yang berasal dari luar wilayah Magetan.
Petani tomat, Sugito, berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap tata niaga dan distribusi hasil pertanian agar harga tomat di tingkat petani tidak semakin tertekan.
Petani juga khawatir jika harga terus berada di level rendah, minat untuk menanam tomat pada musim berikutnya akan menurun. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada keberlangsungan produksi tomat di Magetan.
Editor : JTV Madiun



















