SURABAYA - Pakar politik dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Moch. Mubarok Muharam, memberikan pernyataan tentang pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi jalannya kampanye politik.
"Pertama, kita sebagai warga dan pemilih harus memperhatikan serta mengawasi agar kampanye tidak melanggar aturan," ujar Mubarok saat ditemui Portal JTV.
"Kedua, kita juga harus mencatat isi-isi kampanye yang dijanjikan oleh calon. Maka nanti jika calon tersebut terpilih, kita bisa mengevaluasi apakah janji-janji kampanye tersebut terpenuhi atau tidak," imbunya.
Sejalan dengan pemikiran tersebut, pelaksanaan Pilkada serentak 2024 akan segera dimulai, sehingga perlu adanya pemahaman masyarakat mengenai kampanye dan program yang akan dipromosikan oleh tiap pasangan calon.
Baca Juga : BMKG Prediksi Mayoritas Jawa Timur Hujan Deras Disertai Petir sejak Siang pada Akhir Pekan
Salah satu calon Gubernur Jawa Timur ialah Tri Rismaharini, mantan Wali Kota Surabaya dan Menteri Sosial Republik Indonesia.
Tri Rismaharini telah resmi mencalonkan diri untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2024 berpasangan dengan KH Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans.
Langkah ini mengundang perhatian banyak pihak, terutama melihat rekam jejaknya selama menjabat sebagai wali kota dan menteri yang dianggap membawa perubahan besar.
Baca Juga : BMKG Prediksi Sebagian Besar Jawa Timur Diguyur Hujan pada Siang hingga Sore Hari
Salah satu pencapaian yang menonjol dari Risma adalah keberhasilannya menurunkan angka kemiskinan selama menjabat sebagai Menteri Sosial.
Risma mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR RI atas upayanya dalam menurunkan angka kemiskinan melalui beberapa program sosial yang menyentuh langsung masyarakat bawah.
Selain itu, Risma dikenal sebagai sosok yang tegas dan fokus dalam menjalankan tugas-tugasnya, terutama selama masa pandemi COVID-19.
Baca Juga : Akhir Pekan, Mayoritas Wilayah Jawa Timur Dilanda Hujan Intensitas Beragam sejak Pagi
Mantan Wali Kota Surabaya ini juga kerap menggandeng masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja, terutama bagi kalangan muda dan masyarakat kurang mampu.
Dalam salah satu pidatonya waktu menghadiri Grebek Maulud di Tambaksari, Surabaya, Risma menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan RW guna menciptakan lapangan kerja dan memprioritaskan akses ekonomi bagi anak muda.
Namun, meski pencapaiannya banyak diakui, Risma juga tak lepas dari kritik. Beberapa pihak menilai gaya kepemimpinannya seringkali terlalu fokus pada pencitraan media massa.
Baca Juga : Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Ditunda, Ini Penjelasan BKD Jatim
Sebagai contoh, organisasi masyarakat Paguyuban Arek-arek Jatim (Pagar Jati) pernah mengkritik Risma. Ia dianggap membuat janji-janji politik yang muluk mengenai kesediannya menyiapkan anggaran dengan nominal lumayan besar untuk para pengamen jalanan Surabaya.
Moch. Mubarok Muharam, yang juga Kaprodi Ilmu Politik UNESA menambahkan, bahwa dalam memilih pemimpin, perimbangannya tidak hanya pada faktor gender.
Baca Juga : BMKG Imbau Masyarakat Jawa Timur Waspada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 16 Maret
Namun, lebih kepada integritas, pengalaman calon, visi-misi yang diusung, serta program kerja yang ditawarkan.
"Perbedaan program, visi-misi, serta retorika politik menjadi hal yang menarik dan penting dalam menentukan pilihan masyarakat," jelasnya
Editor : Khasan Rochmad