Menu
Pencarian

Mengenal Lazarus Sign, Gerakan Refleks yang Dapat Terjadi pada Pasien Mati Otak

Portaljtv.com - Kamis, 4 Juni 2026 15:10
Mengenal Lazarus Sign, Gerakan Refleks yang Dapat Terjadi pada Pasien Mati Otak
Lazarus sign, gerakan refleks tidak disengaja yang dapat terjadi pada pasien dengan kondisi brain death.

Fenomena pasien yang telah dinyatakan mati otak namun masih menunjukkan gerakan tubuh terkadang menimbulkan kebingungan bahkan harapan bagi keluarga pasien. Salah satu fenomena medis yang dikenal dalam dunia neurologi adalah Lazarus sign, yaitu gerakan refleks tidak disengaja yang dapat terjadi pada pasien dengan kondisi brain death atau kematian batang otak.

Lazarus sign merupakan gerakan refleks yang muncul tanpa adanya kesadaran dari pasien. Gerakan tersebut dapat berupa mengangkat kedua tangan ke arah dada, menyilangkan tangan ke leher atau dagu seolah memeluk diri sendiri, hingga gerakan yang menyerupai upaya untuk bangun. Meski terlihat seperti tanda kehidupan, para ahli menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan berarti pasien kembali sadar atau hidup kembali.

Dalam penelitian berjudul Lazarus Sign, a Misnomer to an Anatomical Spinal Reflex, dijelaskan bahwa fenomena ini terjadi akibat refleks yang berasal dari sumsum tulang belakang (spinal reflex), bukan dari aktivitas otak. Pada pasien yang telah mengalami kematian batang otak, fungsi otak telah berhenti secara permanen. Namun, sebagian jalur saraf pada sumsum tulang belakang masih dapat merespons rangsangan tertentu sehingga menghasilkan gerakan refleks.

Gerakan tersebut dapat muncul ketika tubuh menerima rangsangan tertentu, misalnya saat ventilator dilepas atau ketika terjadi perubahan pada sistem pernapasan dan sirkulasi. Karena berasal dari aktivitas saraf di tulang belakang, gerakan yang muncul tidak berkaitan dengan kesadaran maupun kemampuan pasien untuk pulih.

Fenomena Lazarus sign tergolong jarang ditemukan, namun bukan berarti tidak pernah terjadi. Dalam penelitian berjudul Movements in Brain Death: A Systematic Review, disebutkan bahwa berbagai bentuk gerakan refleks pada pasien dengan kematian batang otak dapat ditemukan pada sekitar 40 hingga 50 persen kasus. Bentuk gerakan yang muncul pun beragam, mulai dari gerakan sederhana pada anggota tubuh hingga gerakan yang tampak lebih kompleks.

Karena tidak banyak diketahui masyarakat, kemunculan Lazarus sign kerap menggemparkan keluarga pasien maupun tenaga kesehatan yang belum pernah menjumpainya. Tidak jarang fenomena ini menimbulkan harapan bahwa pasien masih memiliki peluang untuk kembali sadar. Bahkan, sebagian orang mengaitkannya dengan hal-hal mistis atau kejadian di luar penjelasan ilmiah.

Padahal, secara medis, kematian batang otak merupakan kondisi yang bersifat irreversible atau tidak dapat dipulihkan kembali. Kondisi ini menunjukkan bahwa seluruh fungsi otak telah berhenti secara permanen dan pasien telah dinyatakan meninggal berdasarkan kriteria medis yang berlaku. Oleh karena itu, Lazarus sign tidak dapat diartikan sebagai tanda kehidupan kembali, melainkan respons refleks yang berasal dari sumsum tulang belakang yang masih aktif sesaat setelah kematian batang otak terjadi.

Pemahaman mengenai fenomena ini penting untuk mengurangi kesalahpahaman di masyarakat serta membantu keluarga pasien memahami bahwa gerakan yang muncul bukanlah tanda kesadaran, melainkan bagian dari mekanisme refleks tubuh yang telah lama dikenal dalam dunia medis. (Mamluatus Salimah)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.