SURABAYA - Di tengah padatnya lalu lintas dan deru kendaraan Kota Surabaya, terselip sebuah kampung yang menyimpan kisah panjang perjalanan bangsa. Namanya Kampung Peneleh.
Berada tak jauh dari pusat kota, kawasan ini kini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah yang menawarkan ketenangan sekaligus nostalgia masa lampau.
Kampung Peneleh merupakan salah satu kampung tertua di Kota Pahlawan. Memasuki kawasan ini, pengunjung langsung disambut deretan rumah tua dengan arsitektur khas tempo dulu.
Gang-gang sempit berpadu dengan bangunan berusia puluhan hingga ratusan tahun, menciptakan suasana yang membawa langkah seolah kembali ke Surabaya pada masa kolonial.
Baca Juga : Vincentius Mario dan Mercia Meixi Terpilih Sebagai Cak dan Ning Surabaya 2025
Nilai sejarah menjadi daya tarik utama Kampung Peneleh. Di kawasan ini terdapat rumah masa muda Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang berada di kediaman H.O.S. Tjokroaminoto.
Rumah tersebut kini menjadi tujuan wisata edukatif yang merekam perjalanan awal tokoh-tokoh pergerakan nasional. Selain itu, terdapat pula peninggalan ikonik berupa Sumur Jobong, sumur tua yang diperkirakan telah ada sejak masa Majapahit dan masih terjaga hingga kini.
Tak hanya menawarkan wisata sejarah, Kampung Peneleh juga menyuguhkan pengalaman berwisata yang bersahabat. Suasana kampung yang tenang berpadu dengan keramahan warga setempat membuat pengunjung merasa nyaman untuk berlama-lama menjelajahi kawasan ini.
Baca Juga : Taman Grand Harvest, Wisata Low Budget dan Instagramable di Surabaya
“Selain wisatanya, yang bikin aku betah di Peneleh itu masyarakatnya ramah banget. Meskipun aku bukan asli Surabaya, rasanya kayak pulang ke rumah,” ujar Zahwa Mahira, salah satu pengunjung yang mengisahkan pengalamannya berwisata di Kampung Peneleh.
Dengan luas wilayah sekitar 5.400 meter persegi, Kampung Peneleh juga memiliki keunikan dalam struktur sosialnya. Mayoritas pengelolaan kampung, mulai dari tingkat RT hingga RW, diisi oleh perempuan. Kondisi ini menjadi cerminan adanya upaya pemberdayaan perempuan yang tumbuh dan dijalankan oleh komunitas setempat.
Selain keunikan tersebut, nuansa vintage masih terasa kuat dan kerap dimanfaatkan wisatawan sebagai spot foto bernuansa tempo doeloe.
Baca Juga : Grand Swiss-Belhotel Darmo, Perluas Portofolio Swiss-Belhotel International di Jawa Timur
Kampung Peneleh menjadi bukti bahwa wisata tidak selalu tentang kemewahan atau bangunan modern. Di balik kesederhanaannya, kampung ini menyimpan cerita, identitas, dan jejak sejarah Surabaya yang bernilai tinggi.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Kota Pahlawan, Kampung Peneleh menawarkan pengalaman wisata sejarah yang sederhana, hangat, dan penuh makna. (Salimah)
Editor : M Fakhrurrozi



















