SURABAYA - Harga pangan di Jawa Timur hari ini, 1 Mei 2026, menunjukkan pergerakan beragam di tengah peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Cabai merah besar mengalami kenaikan paling menonjol, sementara harga beras cenderung stabil dan beberapa komoditas lain turun.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia untuk pasar tradisional Jawa Timur, cabai merah besar hari ini berada di angka Rp 44.350 per kilogram, naik 7,91 persen atau Rp 3.250 dibanding pekan lalu.
Bawang merah ukuran sedang tercatat Rp 40.400 per kilogram, naik 2,67 persen atau Rp 1.050. Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang turun 2,49 persen atau Rp 750 menjadi Rp 29.350 per kilogram.
Harga cabai merah keriting hari ini Rp 39.150 per kilogram atau turun 3,69 persen. Cabai rawit hijau turun tajam 16,22 persen menjadi Rp 26.600 per kilogram. Sementara cabai rawit merah naik tipis 0,3 persen menjadi Rp 49.600 per kilogram.
Baca Juga : Mayoritas Harga Pangan di Pasar Tradisional Jawa Timur Turun Awal Pekan Ini
Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras segar berada di angka Rp 34.900 per kilogram atau naik tipis Rp 50. Telur ayam ras segar juga naik Rp 150 menjadi Rp 26.700 per kilogram.
Harga daging sapi hari ini justru menurun. Daging sapi kualitas I tercatat Rp 133.750 per kilogram, turun Rp 2.000. Sedangkan kualitas II turun Rp 4.900 menjadi Rp 119.150 per kilogram.
Kelompok beras terpantau stabil. Beras kualitas bawah I berada di Rp 13.450 per kilogram dan kualitas bawah II Rp 13.300 per kilogram. Beras medium I Rp 14.200 per kilogram, medium II Rp 13.500 per kilogram, sedangkan beras super I Rp 15.500 dan super II Rp 15.450 per kilogram.
Baca Juga : Pekan Kedua Usai Idulfitri, Harga Cabai Rawit di Jatim Kembali Melonjak
Minyak goreng curah hari ini Rp 21.600 per kilogram atau turun tipis. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I naik menjadi Rp 22.800 per kilogram dan bermerek II Rp 22.050 per kilogram.
Momentum May Day menjadi pengingat bahwa stabilitas harga bahan pokok sangat berpengaruh terhadap daya beli pekerja dan rumah tangga di Jawa Timur.
Sebagai catatan, PIHPS merupakan sistem pemantauan harga pangan strategis nasional yang disusun Bank Indonesia berdasarkan data harian dari sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah. Harga yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasokan dan permintaan di lapangan. (*)
Editor : A. Ramadhan



















