JAKARTA - Pemerintah mengingatkan jemaah haji Indonesia agar mewaspadai cuaca panas di Mekkah dan Madinah yang mencapai 35 hingga 39 derajat Celcius. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, mengatakan jemaah perlu menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
“Mengingat suhu saat ini di Mekkah dan Madinah cukup tinggi pada siang hari berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celcius, maka jemaah diimbau menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, topi, masker, menggunakan alas kaki yang nyaman serta membawa air minum guna menghindari dehidrasi dan kelelahan akibat cuaca panas,” kata Maria Assegaf dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Kemenhaj, Jumat (1/5/2026).
Pemerintah juga membagikan sejumlah tips agar jemaah tetap sehat selama menghadapi suhu tinggi di Tanah Suci.
Pertama, jemaah diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan saat siang hari. Kedua, memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tidak kekurangan cairan.
Ketiga, menggunakan pelindung kepala atau payung saat berada di luar ruangan. Keempat, mengatur waktu istirahat yang cukup guna menjaga stamina selama ibadah.
Kelima, jemaah diminta segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan seperti pusing, lemas, atau sesak napas.
Selain imbauan cuaca panas, pemerintah juga meminta jemaah yang akan menunaikan salat Jumat di Masjidil Haram agar berangkat lebih awal agar tak terjebak kepadatan.
“Kami menghimbau jamaah yang akan melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram agar berangkat dua jam lebih awal, sehingga bisa menghindari kepadatan dan memastikan jemaah mendapatkan tempat ibadah yang aman dan nyaman,” kata Maria. (*)

















