JAKARTA - Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa yang berlangsung pada 23 Agustus lalu di Bali tak hanya menjadi ajang bagi ribuan pelari untuk menuntaskan tantangan di lintasan. Melalui rangkaian inisiatif sustainability yang terintegrasi dalam penyelenggaraan lomba, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) turut mengajak pelari mengambil peran dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.
Salah satunya melalui program Maybank Marathon Run for Charity (MMRFC) yang tahun ini kembali menjadi bagian dari Maybank Marathon 2026. Program tersebut melibatkan 35 pelari penggerak inspirasi bersama 6 mitra keberlanjutan dan berhasil menghimpun donasi sebesar Rp933.711.005 atau naik 29 persen dari tahun sebelumnya. Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk para penerima manfaat dari mitra keberlanjutan, sehingga setiap kilometer yang ditempuh para pelari sekaligus membawa dampak positif bagi masyarakat.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, keterlibatan pelari menjadi bagian penting dari upaya Maybank Indonesia memperluas dampak Maybank Marathon di luar penyelenggaraan lomba.
“Maybank Marathon kami bangun bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai platform yang mempertemukan semangat berlari dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Maybank Marathon Run for Charity menunjukkan bagaimana partisipasi para pelari dapat menghasilkan dampak sosial yang nyata. Semangat kolaborasi inilah yang ingin terus kami perkuat sejalan dengan misi Bank, Humanising Financial Services,” ujar Steffano.

Partisipasi pelari dalam menciptakan dampak positif tidak hanya diwujudkan melalui MMRFC. Pada aspek lingkungan, Maybank Marathon 2026 menghadirkan Jejak Hijau Runner, yakni para pelari yang bertindak sebagai pacer kelompok akhir pada kategori Marathon sub-6 jam 30 menit dan sub-7 jam. Selain membantu peserta menjaga ritme untuk menyelesaikan lomba sebelum batas waktu (cut-off time), Jejak Hijau Runner juga berperan sebagai champion yang memberi contoh sekaligus menyuarakan berbagai aksi keberlanjutan yang dapat dilakukan pelari selama mengikuti perlombaan.
Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska mengatakan, keterlibatan pelari menjadi bagian penting dalam membangun penyelenggaraan marathon yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Melalui Jejak Hijau Runner, kami ingin menunjukkan bahwa setiap pelari dapat mengambil bagian dalam perjalanan sustainability Maybank Marathon. Kehadiran mereka di lintasan bukan hanya membantu pelari lain mencapai garis finis, tetapi juga membawa semangat untuk menjaga lingkungan di sepanjang perjalanan. Inilah semangat kolektif yang ingin terus kami bangun menuju Maybank Marathon Netral Karbon 2030,” kata Maria. (lyn/wir)
Editor : Iwan Iwe



















