LUMAJANG - Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang terus meluas dan telah memasuki hari ketujuh tanpa bisa dipadamkan secara total, Selasa (1/9/2026). Kondisi medan yang berada di tebing terjal serta tiupan angin kencang membuat tim gabungan kesulitan menjangkau lokasi secara darat, sehingga saat ini masih terpantau ada dua titik api yang membakar wilayah Gunung Kelopo dan Kalimati.
"Saat ini satu helikopter dari Lampung ditarik ke Jawa Timur untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Semeru menggunakan water bombing, helikopter masih dalam perjalanan dan kemungkinan besok baru sampai di Jawa Timur untuk memulai pemadaman," ujar Gatot Soebroto, selaku Kalaksa BPBD Jatim.
Akibat kendala geografis tersebut, tim gabungan pemadam di lapangan untuk sementara hanya bisa melakukan upaya penyekatan api serta pemadaman di sekitar jalur pendakian agar api tidak semakin merembet ke kawasan lain. Berdasarkan data sementara, tercatat sudah ada hampir 600 hektar lahan yang hangus terbakar di Gunung Semeru dan dikhawatirkan akan terus meluas apabila proses water bombing belum beroperasi.
"Kebakaran diperkirakan akan terus meluas karena kondisi angin yang kencang dan pemadaman darat belum bisa dilakukan, tim gabungan hanya bisa lakukan penyekatan api dan pemadaman di jalur pendakian di Gunung Kepolo dan Kalimati untuk membatasi penyebaran api," tambahnya.
Sementara itu, untuk kasus kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya terjadi di Gunung Arjuno dilaporkan sudah padam dan apinya berhasil dikendalikan sepenuhnya oleh petugas. Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim juga tetap siaga serta aktif memantau potensi titik kebakaran lanjutan di wilayah Gunung Willis.
Editor : Iwan Iwe



















