SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar diskusi dan rapat koordinasi bersama elemen masyarakat, akademisi, media, serta praktisi untuk menyiapkan peluncuran program Kampung Pancasila 2026.
Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Ana Fajriatin, AP., M.Si., M.M., menyampaikan bahwa program ini dihadirkan sebagai langkah nyata untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong warga berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
"Kami kembalikan lagi pada filosofi Pancasila. Bapak Wali Kota ingin menghidupkan semangat gotong royong dan kepedulian warga. Program Kampung Pancasila ini berfokus pada empat pilar utama, yaitu lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya," ujar Ana Fajriatin.
Melalui empat pilar tersebut, warga diajak berkolaborasi menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat lokal, mulai dari kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, sistem keamanan, hingga pelestarian sosial dan budaya.
Pelaksanaan program ini melibatkan seluruh pengurus RW di Kota Surabaya bersama jajaran RT dan tokoh masyarakat setempat.
Penilaian Kampung Pancasila tidak hanya berpatokan pada kondisi fisik kampung semata, melainkan melalui proses seleksi administrasi serta verifikasi lapangan secara mendalam oleh tim penilai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, media, dan praktisi.
Program Kampung Pancasila dijadwalkan resmi dimulai pada September 2026. Seluruh RW diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring (online) dengan melibatkan seluruh RT di wilayah masing-masing.
Melalui program ini, Pemkot Surabaya mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak bersama menguatkan semangat kebersamaan demi mewujudkan Surabaya yang lebih maju dan sejahtera. (Nova Sari/Olivia)
Editor : Iwan Iwe



















