KOTA MALANG - Kisah heroik datang dari kampus Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Demi menyelesaikan skripsinya, seorang mahasiswa nekat membawa reaktor grease trap dan tumpukan botol sampel dengan sepeda motor menempuh rute Malang–Mojokerto. Kini, kegilaan itu berbuah manis: ia menyandang gelar lulusan terbaik.

Deslyano Miyola Pratama, mahasiswa Teknik Lingkungan S-1 ITN Malang asal Wonogiri, Jawa Tengah, berhasil lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,69. Pria yang akrab disapa Ano itu akan diwisuda pada Wisuda ke-75 Periode I Tahun 2026, Sabtu (25/04/2026) mendatang.
"Saya bawa reaktor, bak penampung, sampai botol-botol sampel semuanya naik motor ke lokasi penelitian. Repot, tapi itu bagian dari proses," kenang Ano kepada awak media di Kampus 1 ITN Malang, beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Mahasiswa Bawa Reaktor Pakai Motor demi Skripsi, Kini Jadi Lulusan Terbaik ITN Malang
Penelitian Ano bukan isapan jempol belaka. Skripsinya berjudul "Pemisahan Minyak Lemak dan TSS pada Air Limbah Pabrik Kripik Usus Ayam dengan Reaktor Grease Trap Skala Laboratorium". Lokasi penelitiannya di UD Ratna, Mojosari, Mojokerto—pabrik yang limbahnya kerap menyumbat pipa akibat tingginya kandungan minyak.
Hasilnya? Ano menemukan bahwa kecepatan aliran 2 meter per jam paling efektif menyisihkan minyak lemak hingga 88 persen. Penelitiannya bahkan sudah menembus jurnal Sinta 4 di International Journal of Science and Environment (IJSE).
"Pengolahan sedimentasinya sudah ada, tapi pemisah minyaknya belum. Saya uji dengan tiga variasi kecepatan aliran," jelas putra pasangan Mijo Tomosetiko dan Sriyati ini.

Di balik prestasinya, Ano dikenal sebagai mahasiswa yang tak hanya duduk manis di kelas. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), menjadi asisten laboratorium, hingga dilibatkan dalam penelitian dosen lanjutan dari proyek "Brantas Clean Industry Initiative" di Mojokerto. Tak berhenti di situ, Ano juga berkontribusi dalam program kerja sama ITN Malang dengan Pemerintah Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) soal air limbah domestik dan air minum.
Dia juga meraih Juara 3 LKTI Creanomic 2024 di Universitas Brawijaya.
"Kalau ada tawaran proyek atau penelitian dari dosen, jangan ditolak. Ilmunya sangat bermanfaat, bahkan kadang dibantu finansial," pesan Ano kepada mahasiswa lain.
Apa rahasia suksesnya? "Jangan bolos kuliah. Nikmati saja prosesnya," ujar Ano singkat. Ia juga selalu mencatat agenda keesokan hari agar waktu antara organisasi dan kuliah terbagi rata.

Kini, dengan segudang pengalaman lapangan dan penelitian, Ano siap mengabdi untuk kelestarian lingkungan Indonesia. Sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari atas motor, membawa reaktor dan mimpi besar.(Ali)
Editor : JTV Malang



















