KOTA MALANG - Inovasi revolusioner datang dari dunia kampus. Trustha Aurora Firdauza, lulusan terbaik Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), berhasil menciptakan edible film atau plastik yang bisa dimakan berbahan dasar singkong. Temuan ini diproyeksikan untuk menggantikan kemasan plastik bumbu mi instan yang selama ini mencemari lingkungan.

Gadis asal Wagir, Kabupaten Malang ini resmi menyandang predikat lulusan terbaik pada Wisuda ke-75 Periode I Tahun 2026 yang digelar Sabtu (25/4/2026) depan. Ia membukukan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 dan menyelesaikan studi S-1 hanya dalam 3,5 tahun.
Kegelisahan melihat tumpukan sampah plastik kemasan mi instan mendorong Trustha berkreasi. Ia memanfaatkan pati singkong dari petani sekitar dan natrium alginat dari rumput laut sebagai bahan baku. Tak hanya ramah lingkungan, inovasi ini juga memperkaya cita rasa.
Baca Juga : Mahasiswa Bawa Reaktor Pakai Motor demi Skripsi, Kini Jadi Lulusan Terbaik ITN Malang
"Saya menambahkan ekstrak bawang putih. Hasilnya, edible film memiliki aroma khas dan membuat bumbu mi instan lebih gurih," ujar Trustha di sela-sela persiapan wisuda.

Proses pembuatan tergolong sederhana dengan peralatan laboratorium dasar. Campuran pati singkong, gliserol, natrium alginat, dan ekstrak bawang putih dipanaskan hingga mengalami gelatinisasi, lalu dikeringkan dalam oven selama 14 jam. Hasil uji laboratorium menunjukkan edible film ini tahan terhadap pertumbuhan jamur hingga dua bulan pada suhu ruang, dan mampu bertahan empat bulan dalam kondisi vakum.
"Parameter yang kami analisis meliputi ketebalan, kuat tarik, elongasi, kadar air, kelarutan, dan mikrobiologi. Hasilnya sudah memenuhi standar SNI dan aman dikonsumsi," terangnya.
Di bawah bimbingan Ir. Harimbi Setyawati, MT., dan Dwi Ana Anggorowati, ST., MT., Trustha membuktikan bahwa massa pati singkong dan waktu pengeringan berpengaruh signifikan terhadap sifat fisik dan mekanik edible film.
Prestasi akademiknya gemilang, namun Trustha juga moncer di organisasi. Ia menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) dan aktif sebagai asisten Laboratorium Mikrobiologi. Ia bahkan sukses membawa timnya lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2024 melalui inovasi mie kering spirulina.

"Akademik tetap nomor satu. Kalau akademik bisa kita handle, organisasi pasti mengikuti jalannya," tegas putri bungsu pasangan Joko Wijiantoro dan Anita Kristyaningrum ini.
Inovasi Trustha kini dinanti-nanti industri mi instan tanah air yang selama ini bergelut dengan masalah limbah plastik. Jika terealisasi, masyarakat tak hanya menikmati mi instan yang lebih sedap, tetapi juga ikut menyelamatkan bumi dari sampah kemasan.(Ali)
Editor : JTV Malang



















