NGAWI - Sebanyak tujuh paket pekerjaan perbaikan sekolah di Kabupaten Ngawi kembali mengalami kegagalan lelang pada awal tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Unit Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) pun kembali membuka proses lelang setelah menerima pengajuan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Tujuh paket pekerjaan tersebut terdiri dari lima sekolah menengah pertama (SMP) dan dua sekolah dasar (SD). Sekolah yang masuk dalam paket tersebut antara lain SMP Negeri 2 Jogorogo, SMP Negeri 3 Sine, SMP Negeri 3 Paron, SMP Negeri 1 Bringin, dan SMP Negeri 2 Kasreman. Sementara untuk tingkat SD yakni SD Negeri Bangunrejo Kidul 5 Kedunggalar dan SD Negeri Sidolaju 4 Widodaren.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Ngawi, Rahmat Fitrianto, menjelaskan bahwa kegagalan lelang terjadi karena peserta tidak mampu memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
“Dari sekitar 30 peserta yang mengikuti, hanya delapan yang mengajukan penawaran. Namun, dokumen yang disampaikan belum memenuhi kelengkapan administrasi sesuai persyaratan,” ujarnya.
Baca Juga : BPBD Ngawi Imbau Waspada Bencana Hujan Deras Disertai Angin Kencang
Ia menambahkan, paket lelang konsolidasi tersebut sebelumnya juga telah mengalami kegagalan sebanyak dua kali pada tahun 2025. Pada awal Maret 2026, proses lelang kembali diajukan, namun hasilnya masih belum sesuai harapan.
Total nilai paket pekerjaan rehabilitasi tujuh sekolah tersebut mencapai sekitar Rp702 juta.
Menyikapi hal ini, Rahmat menyebut pihak PPK dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali mengajukan proses lelang ulang. Ia berharap dalam waktu dekat dapat segera ditetapkan pemenang lelang agar proses rehabilitasi sekolah bisa segera dilaksanakan.
Baca Juga : Kebocoran Gas Diduga Jadi Penyebab Ledakan di SPPG Kandangan Ngawi
“Kami harapkan proses lelang berikutnya bisa segera mendapatkan pemenang, sehingga perbaikan tujuh sekolah ini dapat segera direalisasikan,” pungkasnya.
Editor : JTV Madiun



















