PONOROGO - Warga Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo dikejutkan ledakan dahsyat diduga petasan, pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Insiden yang terjadi menjelang buka puasa Ramadan tersebut menyebabkan satu remaja tewas di lokasi kejadian.
Korban meninggal berinisial RKP, pelajar SMP berusia16 tahun. Ia meninggal dunia di tempat setelah mengalami luka parah akibat ledakan.
Dua korban lainnya selamat namun mengalami luka serius. AF, laki-laki 20 tahun, menderita luka bakar hingga 90 persen. Sementara HA, laki-laki 23 tahun, mengalami luka bakar sekitar 16 persen. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Harjono Ponorogo.
Dari hasil penyelidikan sementara, para korban diduga sedang merakit atau meracik bahan petasan di dalam rumah. Petasan tersebut rencananya akan diterbangkan menggunakan balon udara. Namun, petasan meledak secara tidak sengaja saat proses perakitan berlangsung.
Baca Juga : Ledakan Petasan Jelang Buka Puasa Tewaskan Satu Remaja di Ponorogo

Salah satu saksi mata, Siswanto, mengaku mendengar ledakan dahsyat dari arah selatan rumahnya. Saat mendekat, kondisi bangunan sudah hancur.
"Saya mendengar ledakan dahsyat dari selatan rumah saya. Saya lihat kondisi awalnya sudah berantakan. Sudah hancur semuanya. Ada dua korban masih hidup, langsung saya larikan ke rumah sakit. Dan satu lagi tidak tertolong akhirnya meninggal di tempat," ujar Siswanto.
Baca Juga : Penerbang Balon Tanpa Awak Di Ponorogo Kembali Di Ciduk Polisi
Kerasnya ledakan juga menyebabkan bangunan rumah mengalami kerusakan berat, terutama pada atap, jendela, dan pintu. Material bangunan berserakan di sekitar lokasi.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, membenarkan kejadian tersebut. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan lokasi.
"Kami masih mendalami kronologis kejadian. Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi di lapangan, sekitar pukul 17.30 WIB terdengar suara ledakan. Dugaan sementara, ledakan dipicu perakitan petasan," kata AKP Imam Mujali.
Baca Juga : Polres Tulungagung Amankan 14 Anak Diduga Pelaku Balon Udara
Polisi juga berkoordinasi dengan tim Gegana untuk mengidentifikasi jenis bahan peledak yang digunakan. Pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti masih terus dilakukan. (Sayekti Milan)
Baca Juga : Solutif! Festival Balon Udara Tradisional Tulungagung: Wadah Kreativitas yang Aman dan Terkendali
Editor : A. Ramadhan



















