BANGKALAN - Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang bagi ribuan warga Desa Lajing, Arosbaya, Bangkalan, Madura, untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan masa depan bangsa. Melalui kegiatan Lajing Bersholawat, warga tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga menyatukan harapan agar Indonesia semakin kuat, sejahtera, dan diberi keberkahan.
Seribu warga memadati Lapangan TNI AU di Desa Lajing untuk mengikuti lantunan sholawat dan doa bersama yang digelar bersama Majelis Maulid dan Ta’lim Anwarul Mukhtar di bawah pimpinan Abuya Habib Sholeh Al Atthas.
Kepala Desa Lajing, Moksin, mengatakan Lajing Bersholawat menjadi bagian dari cara masyarakat mengisi momentum kemerdekaan dengan kegiatan yang memperkuat kebersamaan sekaligus mendoakan keselamatan bangsa.
“Kami ingin momentum kemerdekaan ini tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dengan doa bersama. Mudah-mudahan melalui sholawat dan doa ini, Indonesia diberikan keselamatan, keberkahan, kedamaian, serta masyarakatnya semakin sejahtera,” kata Moksin.
Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan berlangsung. Masyarakat datang dari berbagai pelosok desa, bahkan sebagian menggunakan kendaraan pickup. Bak kendaraan dipenuhi warga yang berdiri berdesakan demi dapat mengikuti langsung kegiatan tersebut.
Suasana peringatan kemerdekaan semakin terasa ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan dengan iringan musik hadrah. Ribuan warga mengikuti lagu kebangsaan tersebut dengan khidmat.
Doa bersama tidak hanya ditujukan untuk keselamatan dan keberkahan Indonesia. Warga secara khusus mendoakan masyarakat yang tengah menghadapi musibah, terutama para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur serta masyarakat terdampak kebakaran di Kalimantan.
Moksin mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana menjadi bagian dari pesan yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, kebahagiaan memperingati kemerdekaan harus tetap diiringi kepedulian terhadap sesama anak bangsa yang sedang mengalami musibah.
“Kita bersyukur bisa memperingati kemerdekaan. Tetapi kita juga tidak boleh melupakan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Karena itu, dalam doa bersama ini kami juga mendoakan para korban agar diberikan kekuatan, keselamatan, dan segera bisa bangkit,” ujarnya.
Di tengah berbagai persoalan dan bencana yang melanda sejumlah daerah, Lajing Bersholawat menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap sesama. Kemerdekaan dimaknai tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kepedulian terhadap warga bangsa yang sedang mengalami kesulitan.
Ribuan warga juga menitipkan harapan agar Indonesia ke depan semakin maju dengan perekonomian yang semakin kuat dan kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera. Mereka berharap para pemimpin negeri mampu membawa Indonesia menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga persatuan bangsa.
“Harapan kami, Indonesia semakin maju, ekonominya semakin kuat, rakyatnya semakin sejahtera, khususnya untuk warga desa lajing, Arosbaya, Bangkalan, Madura. Dan yang paling penting, persatuan masyarakat tetap terjaga. Kita dari desa juga ingin ikut berkontribusi menjaga persatuan dan mendoakan agar bangsa ini selalu dalam keadaan aman dan damai,” kata Moksin.
Bagi masyarakat Desa Lajing, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pendahulu. Kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk bersama-sama menjaga negeri melalui ikhtiar, doa, dan kepedulian terhadap sesama.
Dari Desa Lajing, seribu warga menyatukan suara dalam lantunan sholawat dan doa. Sebuah ikhtiar masyarakat untuk menitipkan harapan agar Indonesia tetap kokoh, masyarakat semakin sejahtera, persatuan bangsa terjaga, dan negeri ini senantiasa dijauhkan dari berbagai musibah. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















