PACITAN - Sembilan siswa tambahan jenjang Sekolah Dasar (SD) mulai menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pacitan yang penempatannya dilakukan oleh Dinas Pendidikan bersama Dinas Sosial Kabupaten Pacitan pada Rabu (26/8/2026). Sembilan siswa tambahan tersebut berasal dari lima sekolah dasar berbeda, yakni SDN 1 Kayen, SDN 1 Sirnoboyo, SDN 1 Tumpuk, SDN 3 Tumpuk, dan SDN 2 Petungsinarang yang terdiri dari enam anak laki-laki serta tiga anak perempuan di kelas dua, empat, dan lima.
Dengan tambahan ini, total peserta didik jenjang SD di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pacitan kini menjadi 35 siswa dari sebelumnya 26 siswa, di mana sebagian di antaranya merupakan anak-anak titipan panti asuhan melalui Dinas Sosial dari wilayah Pacitan Kapan.
"Jadi, kategori dari yang dibawa ke sini adalah kategori desil satu dan dua," ujar Wahyono, selaku Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pacitan.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pacitan itu juga menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat ini luar biasa karena dengan syarat serta kriteria yang dipersyaratkan tentu akan merubah pendidikan jauh lebih baik, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta menjamin masa depan anak yang lebih baik.
"Tentu kami memberikan pemahaman, menghimbau kepada melalui pengawas, kepala sekolah, bapak ibu guru, dan masyarakat, agar dipahamkan tentang program strategis ini sehingga program yang bagus ini untuk tahun pertama mungkin belum diterima menyeluruh oleh seluruh masyarakat," tambah Wahyono.
Ia menjelaskan bahwa pihak dinas terus menginformasikan program ini ke seluruh masyarakat melalui pengawas dan kepala sekolah agar betul-betul didukung, mengingat pada tahun pertama pelaksanaannya masih belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian warga.
"Ini sebetulnya anak-anak yang kami serahkan ke sini kan dari panti asuhan, kami pengurus panti asuhan, tapi mereka memang waktu itu titipan dari Dinas Sosial, terus ada sekolah seperti ini yang kami dukung supaya anak-anak ke depannya lebih baik," ujar Nanik Haryani selaku wali murid.
Editor : Iwan Iwe



















