KOTA MADIUN - Pemerintah Kota Madiun berencana mencanangkan gerakan pilah sampah dari rumah mulai Juni mendatang. Program ini menjadi salah satu langkah untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sejak dari lingkungan rumah tangga.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan sampah di berbagai daerah. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Pemkot Madiun kini tengah menyiapkan program pemilahan sampah rumah tangga yang akan diterapkan secara bertahap di masyarakat. Selain itu, surat edaran terkait kewajiban memilah sampah juga akan diberlakukan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan program ini diharapkan mampu menekan jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir atau TPA.
Baca Juga : Setiap Hari, 35 Ton Sampah Masuk TPA Selopuro
“Kami akan mendorong masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Nantinya sampah yang masih memiliki nilai guna bisa masuk ke bank sampah untuk didaur ulang,” ujar F. Bagus Panuntun.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Madiun juga akan mengoptimalkan keberadaan ratusan bank sampah dan lingkungan Program Kampung Iklim atau Proklim.
Sedikitnya terdapat 100 lingkungan yang akan dijadikan percontohan dalam gerakan pilah sampah dari rumah. Program ini diharapkan dapat membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah organik, anorganik, hingga sampah residu.
Baca Juga : Dari Tanam Pohon, Sanggarjati Tumbuhkan Cinta Lingkungan Anak-Anak Desa Mildeg
Sampah yang telah dipilah nantinya akan dikelola melalui bank sampah untuk didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomis. Sementara sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali tetap dibuang ke TPA dengan volume yang lebih sedikit.
Selain pengelolaan sampah, Pemkot Madiun juga menyiapkan tempat khusus untuk memamerkan hasil olahan sampah daur ulang sebagai bentuk edukasi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah masyarakat.
Editor : JTV Madiun



















