KOTA MALANG - Industri pertelevisian terus berkembang seiring kemajuan teknologi digital. Untuk memperluas wawasan siswa tentang dunia penyiaran, rombongan dari SMK Muhammadiyah 2 Bantul melakukan kunjungan industri ke JTV Malang, Selasa (10/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran praktik agar siswa mengenal langsung proses produksi siaran televisi.
Kedatangan para siswa dan guru pendamping disambut hangat oleh jajaran manajemen dan tim produksi. Dalam sesi pemaparan, pihak stasiun televisi menjelaskan alur kerja penyiaran, mulai dari perencanaan program, proses peliputan di lapangan, pengambilan gambar, penyuntingan, hingga tayang di layar kaca.

Baca Juga : Kunjungan Edukatif ke JTV Malang, Siswa SMK Muhammadiyah 2 Bantul Siap Hadapi Dunia Industri
Manager Produksi M.Soeltony, menjelaskan bahwa transformasi dari siaran analog ke digital membawa banyak perubahan signifikan. Sistem digital memungkinkan kualitas gambar dan suara yang lebih jernih, serta efisiensi dalam proses distribusi siaran. Selain itu, teknologi berbasis internet kini mempermudah pelaksanaan siaran langsung tanpa harus membawa perangkat besar seperti sebelumnya.
Tak hanya teori, para siswa juga mendapatkan wawasan tentang tantangan kerja di industri media, termasuk pentingnya kecepatan, ketepatan informasi, serta kerja sama tim. Di era serba cepat ini, insan penyiaran dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan platform digital dan media sosial.
Baca Juga : Dari Ruang Kelas ke Studio TV: Siswa SMKN 1 Sampang Dalami Industri Penyiaran di JTV Malang


Suasana semakin hidup saat peserta diajak berkeliling studio dan ruang kontrol. Mereka diperkenalkan pada peralatan kamera profesional, ruang editing, hingga sistem pengendali siaran. Dalam sesi praktik, beberapa siswa diberi kesempatan mencoba membaca berita di depan kamera, sementara lainnya berperan sebagai kameraman dan pengarah gambar.
Baca Juga : Siswa DKV SMKN 2 Sampang Kunjungi JTV Malang, Pelajari Dunia Broadcasting Digital
Salah satu siswa bernama Virza mengaku senang karena bisa merasakan langsung pengalaman berada di balik layar televisi. Ia menilai kegiatan yang seru tersebut membuka wawasannya tentang dunia kerja yang selama ini hanya ia lihat dari layar kaca.

Perwakilan guru pendamping pun menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan. Menurut salah satu guru pendamping kunjungan, Nur Rahmad Wahid Jamaludin kunjungan industri seperti ini sangat penting untuk memberikan gambaran nyata mengenai profesi di bidang penyiaran seperti kameraman dan menjadi sosok wartawan televisi sehingga mengetahui job desk-nya seperti apa dan menjadi bekal kelak jika terjun di dunia pertelivisian.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga memiliki gambaran konkret mengenai dunia industri. Kunjungan ke JTV Malang diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa jika kelak ingin berkarier di bidang pertelevisian maupun industri kreatif lainnya. (Tim)
Editor : JTV Malang



















