Menu
Pencarian


Korban Pembunuhan Siti Munawaroh Tinggalkan Dua Anak Perempuan yang Masih Balita

Farid Fahlevi - Sabtu, 4 Juli 2026 15:30
Korban Pembunuhan Siti Munawaroh Tinggalkan Dua Anak Perempuan yang Masih Balita
Jenazah Siti Munawaroh dibawa pulang keluarga ke rumah duka, Sabtu (4/6/2026). (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Jenazah Siti Munawaroh yang tewas dibunuh pria kenalannya, akhirnya dibawa pulang keluarganya, Sabtu (4/6/2026) sore.

Jenazah perempuan berusia 24 tahun ini dibawa ke rumah orang tuanya di Dusun Ra'ab, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Isak tangis pecah mengiringi prosesi kepulangan jenazah yang dikenal ceria.

Tangis keluarga kembali pecah saat ambulans yang membawa jenazah korban tiba di rumah duka. Tidak ada lagi pelukan hangat seorang ibu untuk kedua putri kecilnya. Yang tersisa hanyalah duka mendalam bagi keluarga yang selama lebih dari sebulan terus berharap Siti pulang dalam keadaan selamat.

Jenazah korban sebelumnya menjalani proses autopsi di kamar jenazah RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Setelah seluruh pemeriksaan selesai, jenazah dijemput oleh Kepala Desa Bantaran, paman korban, serta sejumlah perangkat desa untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Baca Juga :   Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Perempuan di Sumur Probolinggo, Korban Dicekik dan Ditelanjangi

Kepala Desa Bantaran, Abdullah Rofiq, mengaku seluruh warga berduka atas meninggalnya Siti secara tragis. Menurutnya, korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan selama ini tinggal bersama kedua orang tuanya.

"Jenazah kami jemput dari RSUD Waluyo Jati dan langsung kami bawa pulang untuk langsung dimakamkan di pemakaman desa. Warga semua merasa kehilangan," ujar Abdullah Rofiq.

Abdullah menjelaskan, meski masih berstatus sebagai istri sah, dalam beberapa waktu terakhir Siti tinggal bersama orang tuanya di Desa Bantaran. Korban juga meninggalkan dua anak perempuan yang masih berusia balita.

Baca Juga :   Infone Warga: Normalisasi Sungai hingga Maraknya Kasus Sampah dan Kriminalitas di Jatim

"Korban masih memiliki suami dan mempunyai dua anak perempuan yang masih kecil. Selama ini korban tinggal bersama orang tuanya di Bantaran," katanya.

Selama lebih dari satu bulan menghilang, keluarga tidak pernah berhenti mencari keberadaan Siti. Berbagai cara dilakukan, mulai mencari ke sejumlah daerah hingga meminta bantuan orang pintar. Namun seluruh upaya itu tidak membuahkan hasil.

Harapan keluarga baru menemukan titik terang setelah polisi berhasil mengungkap identitas jasad perempuan yang ditemukan membusuk di dalam sumur. Salah satu petunjuk penting berasal dari cincin yang masih melekat di jari korban.

Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, mengatakan keluarga sebelumnya memang telah melaporkan kehilangan korban ke Polsek Bantaran.

"Identitas korban berhasil dipastikan salah satunya melalui cincin yang masih dikenakan korban. Sebelumnya keluarga juga sudah membuat laporan orang hilang di Polsek Bantaran," ujar Kompol Masykur.

Sebelumnya, mayat perempuan ditemukan mengambang di dalam sumur di kawasan lahan sengon, Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Setelah dilakukan penyelidikan, korban diketahui bernama Siti Munawaroh, warga Dusun Ra'ab, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Sebelum ditemukan tewas, Siti dilaporkan hilang. Siti berpamitan keluar rumah menggunakan sepeda motor matic bernomor polisi N 2068 OU warna biru hitam dengan alasan hendak membeli ayam geprek. Namun sejak saat itu korban tidak pernah kembali.

Beberapa waktu kemudian, sepeda motor korban ditemukan warga di aliran Sungai Randumerak, Kecamatan Paiton. Penemuan tersebut sempat memunculkan berbagai dugaan, hingga akhirnya misteri itu terjawab setelah jasad korban ditemukan di dalam sumur.

Pengungkapan kasus ini berlangsung cepat. Kurang dari 24 jam setelah identitas korban dipastikan, tim gabungan Satreskrim Polres Probolinggo bersama Unit Reskrim Polsek Kraksaan berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

"Saat ini dua terduga pelaku sudah diamankan. Penyidik masih mendalami motif pembunuhan serta peran masing-masing pelaku," jelas Kompol Masykur.

Hingga kini Satreskrim Polres Probolinggo masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi, motif, serta keterlibatan para pelaku dalam kasus pembunuhan yang mengakhiri hidup seorang ibu muda dan meninggalkan dua anak balita kehilangan sosok ibunya. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.