NGAWI - Konflik geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah hingga kini belum berdampak pada persiapan keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Ngawi. Seluruh tahapan persiapan masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ngawi bahkan telah menyelesaikan rangkaian kegiatan bimbingan manasik haji bagi para calon jemaah. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebanyak empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di tingkat kabupaten.
Kepala Kantor Kementerian Agama Ngawi, Masun Azali Amrullah, mengatakan setelah manasik selesai, saat ini para calon jemaah haji mulai menerima buku bimbingan manasik sebagai bekal untuk memperdalam pemahaman terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji.
“Setelah kegiatan manasik selesai, para jemaah mulai menerima buku bimbingan manasik. Buku ini menjadi pegangan bagi jemaah untuk mempelajari kembali materi ibadah haji sambil menunggu waktu keberangkatan,” ujar Masun.
Baca Juga : Sopir Bus di Terminal Kertonegoro Ngawi Jalani Pemeriksaan Kesehatan dan Tes Urine
Ia menjelaskan, seluruh tahapan persiapan jemaah haji di Ngawi hingga saat ini masih berjalan sesuai rencana, termasuk menunggu kedatangan koper haji yang nantinya akan dibagikan kepada para jemaah.
Selain itu, para calon jemaah juga mulai menerima sejumlah perlengkapan haji seperti kain batik sebagai identitas jemaah, baju ihram, serta mukena.
Terkait kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah, pihak Kementerian Agama Ngawi masih menunggu arahan dan kebijakan dari pemerintah pusat mengenai perkembangan situasi tersebut.
Baca Juga : 446 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran di Ngawi
“Kami tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat. Sampai saat ini persiapan jemaah haji di Ngawi berjalan normal sesuai jadwal yang ada,” tambahnya.
Kementerian Agama Kabupaten Ngawi berharap konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah dapat segera mereda sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.
Editor : JTV Madiun



















