SURABAYA - JTV bersama Otoritas Jasa Keuangan Jawa Timur dan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Timur kembali menggelar Kompetisi Investasi Saham Jawa Timur Cerdas Investasi Vol. 2 dengan mengusung tema Financial Survival: Cuan Di Tengah Badai Global.
Melalui kompetisi ini, mahasiswa diajak tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan ilmu investasi di dunia nyata. Mahasiswa pun dapat merasakan secara langsung dinamika pasar, termasuk saat menghadapi fluktuasi.
"Kalau di kelas kan hanya theoretical, tapi di sini kita praktik. Teman-teman bisa merasakan langsung ketika nanti ada penurunan, bagaimana kita melakukan koreksi," ujar Kepala Wilayah Jawa Timur BEI Kantor Perwakilan Jawa Timur, Cita Melisa, Kamis (9/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, kompetisi ini terdiri dari beberapa tahapan. Pada babak penyisihan, peserta diarahkan untuk memilih saham disertai dengan analisis yang kuat. Sementara pada tahap final, peserta akan mempresentasikan studi kasus terkait perencanaan keuangan serta menjawab pertanyaan dari panelis.
Baca Juga : Perang Timur Tengah Belum Berdampak pada Iklim Investasi di Ngawi
Melalui skema tersebut, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana edukasi dan simulasi pasar modal bagi generasi muda dalam menyusun strategi investasi secara bijak.
Kompetisi ini pun secara khusus menyasar generasi muda. Pasalnya, generasi muda dinilai memiliki potensi besar untuk terlibat dalam pasar modal. Namun, kemudahan teknologi yang serba instan kerap membuat sebagian anak muda kurang sabar dalam berinvestasi.
Padahal, investasi membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan agar dapat memberikan hasil yang optimal. Kompetisi ini diharapkan mampu melatih mental mahasiswa dalam menghadapi risiko dan dinamika pasar saham.
Baca Juga : Waspada Modus 'Money Game' dan AI, Korban Tertipu Hingga Terjerat Pinjol Puluhan Juta
"Investasi itu tidak serta-merta menghasilkan keuntungan. Jadi memang harus sabar, disiplin, dan dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit tapi konsisten," ujar Kepala OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari.
Sejalan dengan pandangan tersebut, hal serupa juga dirasakan oleh mahasiswa yang mengikuti kompetisi ini. Salah satunya mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya yang tergabung dalam Capital Market Community (CMC).
Bagi mereka, melek investasi menjadi langkah awal dalam mempersiapkan masa depan, sekaligus melatih kemampuan mengelola keuangan sejak dini.
Baca Juga : Gresik Bidik Pertumbuhan Berkualitas 2026 Lewat Hilirisasi dan Investasi Industri
"Karena kita masih muda, kita bisa belajar sambil praktik. Jadi tidak hanya teori, tapi juga langsung mencoba dan memahami bagaimana investasi itu berjalan," ujar Marsya, anggota Capital Market Community.
Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman dari komunitas, para mahasiswa semakin percaya diri untuk mengikuti kompetisi ini. Selain menambah pengalaman, ajang ini juga menjadi kesempatan untuk meraih prestasi dan membanggakan institusi. (Luluk Listiani)
Baca Juga : Dorong Realisasi Investasi di Batam, BRI Teken MoU Pembiayaan Terintegrasi dan Akses Modal UMKM
Editor : Iwan Iwe



















