PONOROGO - Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo diperkirakan menerima sebanyak 90 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Namun keterbatasan ruang kelas dan asrama membuat sebagian siswa baru harus dititipkan sementara ke Sekolah Rakyat di Madiun.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo, Devi Tri Candrawati, mengatakan pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait proses penerimaan peserta didik baru.
Menurutnya, pada tahun ajaran baru mendatang sekolah akan membuka tiga rombongan belajar atau rombel dengan total sekitar 90 siswa.
“Karena keterbatasan ruang kelas dan asrama, sebagian siswa baru nantinya akan dititipkan sementara ke Sekolah Rakyat Madiun,” ujar Devi Tri Candrawati.
Baca Juga : Ponorogo Darurat Sampah, TPS Meluber Usai TPA Mrican Ditutup
Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil agar seluruh calon siswa tetap dapat mengikuti proses pembelajaran sambil menunggu pembangunan fasilitas baru di Ponorogo selesai dilakukan.
Sekolah Rakyat Madiun sendiri disebut memiliki kapasitas yang lebih besar dan diperkirakan mampu menampung hingga sekitar 1.200 siswa baru.
Meski demikian, siswa asal Ponorogo yang dititipkan di Madiun nantinya akan dipindahkan kembali ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo setelah pembangunan gedung baru rampung.
Baca Juga : Kejari Ponorogo Periksa 33 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Bansos
Sementara itu, Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Sugiarto, menyampaikan pembangunan Sekolah Rakyat di lokasi baru direncanakan mulai dikerjakan pada Oktober mendatang.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap pembangunan fasilitas baru tersebut dapat memperluas kapasitas sekolah sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.
Editor : JTV Madiun



















