BONDOWOSO - Sejak tidak turun hujan, beberapa titik di Kabupaten Bondowoso telah mengalami kekurangan air. Warga harus mencari air bersih hingga beberapa kilometer keluar desa. Kekurangan air ini terjadi sejak akhir Juni lalu, lantaran intensitas hujan sudah sangat rendah. Hingga pada September lalu, hujan tak kunjung turun.
Sementara itu, sumber air yang ada sudah tidak mengeluarkan air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso telah memetakan beberapa daerah di wilayah kabupaten yang berpotensi mengalami kekeringan. Terdapat 20 dusun di 19 desa dari 9 kecamatan yang mengalami kekeringan.
Beberapa di antaranya adalah Kecamatan Botolinggo, Cermee, Prajekan, Taman Krocok, dan Kecamatan Wringin. Untuk mengatasi krisis tersebut, petugas mulai melakukan dropping air ke sejumlah titik yang cukup parah.
Menurut Tugas Rizqi Bahana, Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, pihaknya telah menyuplai air bersih sesuai dengan permintaan yang diajukan. Terbaru, dua dusun baru masuk dalam wilayah kekeringan, yakni Dusun Ninggil, Botolinggo, dan Karang Sengon, Klabang.
Setiap harinya, minimal dua armada truk tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter selalu siaga untuk melakukan dropping air.
Editor : JTV Jember



















