SURABAYA - Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) melanjutkan aksinya di depan kantor Pertamina, Jalan Jagir, Surabaya. Dalam aksinya, para sopir truk ini memblokir Jalan Jagir dengan ratusan kendaraan mulai truk towing, colt diesel hingga truk fuso, Kamis (1/10/2026).
Aksi berlanjut di hari kedua, lantaran tuntutan para sopir belum dipenuhi Pertamina yakni penghapusan syarat barcode untuk pembelian BBM jenis solar bersubsidi. Para sopir menilai sistem tersebut menyulitkan operasional dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk menjalankan aktivitas angkutan.
"Persoalan kami masih tetap sama berkaitan dengan barcode yang diblokir, yang kuotanya hilang, bahkan ada yang diblokir secara permanen,” kata Supriyono, Koordinator GSJT.
Selain persoalan barcode, GSJT juga menyoroti nasib pengemudi towing karena regulasi yang belum jelas apakah kendaraan tersebut masuk kategori car carrier atau memiliki klasifikasi tersendiri.
Kondisi itu, lanjut Supriyono, berdampak pada pengemudi towing yang tidak dapat membeli BBM subsidi. Sehingga, biaya operasional meningkat, sementara pendapatan mereka tetap terbatas.
Pemblokiran Jalan Jagir ini membuat kemacetan panjang di sejumlah ruas. Diantaranya di Jalan Raya Ngagel, Wonokromo, Ahmad Yani, Nginden dan Panjang Jiwo. Sejumlah personel kepolisian dari Satlantas Polrestabes Surabaya terus berupaya mengatur arus lalu lintas.
Aksi GSJT dijadwalkan ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni 30 September hingga 2 Oktober 2026. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















