KOTA BATU - Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Batu, Cak Nur-Heli Suyanto terus mendapatkan dukungan di Pilkada Kota Batu 2024. Terbaru, dukungan datang dari seorang tokoh independen yakni Abdul Majid.
Abdul Majid yang merupakan warga Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu ini sudah tidak asing lagi di mata masyarakat Kota Batu. Dia adalah sosok yang sudah dikenal, lantaran figurnya pernah sedikit banyak mewarnai Pilkada Kota Batu di tahun 2012 silam melalui jalur Independen.
Abdul majid mantap mendukung Cak Nur-Heli karena Paslon dengan nomor urut 01 tersebut merupakan satu satunya Putra Daerah yang memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan Kota Batu.
"Saya menilai pasangan Cak Nur-Heli adalah yang terbaik. Mereka tidak hanya mengenal Kota Batu secara geografis tetapi juga memahami baik tradisi sejarah, nilai sosial kemasyarakatan yang ada di Kota Batu," ucap Majid.
Menurutnya, Cak Nur dan Mas Heli adalah bagian yang tak terpisahkan. Suka dan duka Wong Mbatu sudah dirasakan oleh mereka. Karena keduanya juga lahir, hidup, berkeluarga, bekerja di Kota Batu.
Sehingga dapat dipastikan bahwa Paslon NH mempunyai rasa tanggung jawab yang lebih besar untuk melayani dan membangun Kota Batu.
"Keduanya tidak hanya memandang bahwa Mbatu harus dikelola dan dikuasai, tetapi Cak Nur dan Mas Heli menganggap bahwa Kota Batu sebagai rumah yang harus dijaga, dilestarikan budayanya serta dikembangkan daerahnya untuk kesejahteraan bersama," imbuhnya.
Paslon Cak Nur-Heli, lanjut Majid, patut didukung dan dimenangkan karena tidak pernah memberikan angin surga bahkan kepalsuan. Soal kepalsuan yang dimaksud, Majid mengaku bahwa pernah dipinang oleh salah satu calon.
"Saya pribadi menjadi salah satu orang yang mendapatkan harapan palsu dari salah satu paslon yang saat ini juga ikut berkontestasi dalam Pilkada Kota Batu 2024, " ujarnya, Minggu (29/09).
Diceritakan Majid, salah satu Bakal Calon Kepala Daerah Kota Batu mendatangi rumahnya saat sebelum proses deklarasi. Waktu itu, Ia diminta untuk menjadi bakal bakal calon Wakil Walikota pendamping oleh salah satu Calon tersebut.
"Karena saya percaya, akhirnya menyetujui dan diminta ada syaratnya jangan menyampaikan pertemuan dan permintaan ini kepada umum. Tak pelak saat pengumuman calon wakil walikota, bukan saya yang menjadi wakilnya. Itu yang membuat saya kecewa dan akhirnya membantu paslon Cak Nur dan Mas Heli," tegasnya.
Dari situlah dirinya menilai hanya orang Batu 'Nyel' yang pantas menjadi pemimpin di Kota Batu ini.
"Secara filosofis kepemimpinan Cak Nur dan Mas Heli sebagai putra daerah otomatis akan mencerminkan prinsip 'Kerjasama Lokal' beliau pasti sudah merasakan dilahirkan, hidup, dan berkarya, berteman di Kota Batu pasti memahami kehidupan dan kebutuhan Wong Mbatu yang sekaligus nantinya pasti akan mengambil kebijakan yang bukan hanya teori diatas kertas tetapi langkah nyata yang benar-benar dibutuhkan Wong Mbatu," ungkapnya.
Lebih jelas lagi Cak Nur dan Mas Heli sebagai putra daerah yang merupakan perwujudan nyata dari konsep kedaulatan rakyat sebagai pemimpin yang lahir di Kota Batu, mereka menjadi simbol partisipasi masyarakat dalam pemerintahan.
Pemahaman yang mendalam tentang keinginan wong mbatu kedepan adalah bekal Cak Nur dan Mas Heli untuk merumuskan Visi Misi pembangunan yang nyata dan relevan, yang benar benar sesuai dengan keinginan masyarakat mbatu," imbuhnya.
Tidak hanya itu Cak Nur dan Mas Heli sebagai putra daerah yang akan menjadi walikota dan wakil walikota batu memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar.
"Cak Nur dan Mas Heli akan merasakan bahwa jadi walikota bukan hanya soal ambisi politik tetapi soal mewujudkan nilai-nilai moral dan integritas oleh para leluhur Wong Mbatu. Cak Nur dan Mas Heli akan memahami bahwa keberhasilan mereka nantinya tidak hanya diukur dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga seberapa baik mereka menjaga warisan budaya dan tradisi," tutupnya.(*)
Editor : M Fakhrurrozi