Sambil menunggu bedug Magrib, anak-anak berjalan sambil membawa satu kantong besar dan penuh. Kantong itu tampak berat hingga beberapa anak pun kewalahan membawanya.
Kantong itu bertuliskan “Matahari”, sebuah brand fashion ritel ternama di Indonesia. Anak-anak membawa masing-masing satu kantong dalam genggamannya. Ya, mereka membeli kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, tas, sepatu, sandal, kerudung, sarung dan sebagainya. Pakaian-pakaian itu memenuhi kantong, hingga beberapa barang mencuat ke permukaan.
“Alhamdulillah Kak, aku jadi punya baju buat lebaran dan buat tidur kaus,” ujar seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, Devan Noval Azmi.
Devan langsung menunjukkan baju yang akan digunakan di momen Hari Raya nanti. Dengan antusias ia menunjukkan sambil memperagakan bagaimana baju tersebut bisa cocok di tubuh mungilnya.
Selain membeli baju, Devan juga memilih tas, sandal, dan sepatu untuk melengkapi perlengkapan yang akan ia kenakan di Hari Kemenangan nanti. Ia mengungkapkan bahwa dirinya membeli baju baru karena pakaian yang dimilikinya kini sudah mulai sempit, seiring tubuhnya yang terus tumbuh dan membesar.
“Itu buat kebutuhan aku Kak, lagi butuh baju karena aku suka bajunya, soalnya baju aku pada kecil-kecil semua,” sambung Devan.
Devan adalah satu dari 50 anak-anak hebat yang mendapat kesempatan berbelanja dan bermain bersama Program Muliakan Yatim Dompet Dhuafa yang berkolaborasi dengan Supermal Karawaci dengan tajuk “Belanja Bareng Anak-Anak Hebat” pada Rabu (04/03/2026).
Anak-anak dengan riang mengikuti belanja gratis di Matahari dan bermain gratis di Timezone. Masing-masing mendapatkan voucher belanja kebutuhan lebaran sebesar Rp1,3 juta. Rangkaian kegiatan dilaksanakan mulai dari berbelanja kebutuhan lebaran di Matahari Dept. Store, buka puasa bersama, hingga menjajal wahana permainan di Timezone.
Devan bersama anak-anak lainnya mengaku sangat senang bisa mendapatkan kesempatan berbelanja.
“Senang karena dibelanjain dan bisa main ke Timezone. Makasih ya Kak, semoga sehat selalu dan rezekinya banyak,” ujar Devan.
Selain itu, anak-anak juga mendapatkan bingkisan seperti boneka atau mainan dari Timezone, Al-Qur’an dari Gramedia dan baju dari Sogo. Anak-anak juga berbuka puasa dengan sajian yang didukung oleh Paris Baguette, Beard Papa’s, Roti O, Bogana May May, Hokben, Mochi Mochio, Hop Hop, Ramen 1, dan Teh Kotjok.
Sejak usia tiga tahun, Devan telah kehilangan kedua orang tuanya. Kini ia tinggal bersama nenek, tante, dan omnya. Dalam keseharian yang sederhana itu, sang nenek menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan tempe untuk memenuhi seluruh kebutuhan Devan. Dari hasil dagangan kecil itulah, sang nenek berjuang memastikan cucunya tetap dapat menjalani hidup dengan baik.
“Mama Papa aku udah di langit, pas aku umur tiga tahun. Aku doain mereka semoga masuk surga,” tambahnya.
Bagi Devan, perlengkapan baru itu bukan sekadar baju, tas, atau sepatu. Di baliknya tersimpan kebahagiaan sederhana dan harapan untuk menyambut Hari Raya dengan penuh percaya diri. Sore itu, Devan pulang dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
Hadirkan kebahagiaan dan senyuman bagi anak-anak hebat lainnya. Satu kebaikan darimu dapat menghadirkan senyum bagi anak-anak hebat seperti Devan.
Satu kebaikan darimu dapat menghadirkan senyum bagi lebih banyak anak-anak hebat seperti Devan. Berbagi kebaikan melalui program Sedekah Yatim di: digital.dompetdhuafa.org/donasi/sedekahyatim
Editor : Iwan Iwe



















