SURABAYA - Kasus dugaan tindakan asusila yang terjadi di fasilitas olahraga The Good Padel Club Manyar akhirnya menemui titik terang. Pihak manajemen dan keluarga korban telah kembali bertemu dan sepakat menyelesaikan peristiwa tersebut secara damai.
Supervisor The Good Padel Club Manyar, Aditya Permana, menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga korban atas insiden yang terjadi. Ia menegaskan bahwa manajemen tidak pernah mentolerir tindakan tersebut dan menyesalkan kejadian yang menimpa pengunjung.
“Kami atas nama manajemen menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada korban dan keluarga atas kejadian ini. Perkara ini juga sudah ditangani oleh pihak berwajib, dan yang bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di Good Padel,” ujar Aditya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, manajemen juga melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Langkah ini meliputi pengetatan pengawasan terhadap karyawan, penguatan penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta peningkatan kontrol kerja secara lebih intensif.
“Kami melakukan evaluasi agar ke depan lebih waspada, terutama dalam penerapan SOP. Pengawasan terhadap karyawan juga akan kami perketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan keluarga korban, Bobyanto Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya menerima dengan baik permohonan maaf yang disampaikan oleh manajemen. Ia juga mengapresiasi langkah hukum yang telah dilakukan oleh pihak terkait dalam menangani kasus tersebut.
“Kami menerima permintaan maaf dari pihak manajemen Good Padel. Kami juga berterima kasih atas langkah hukum yang sudah ditempuh,” ujarnya.
Bobyanto menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan tindakan pribadi pelaku dan tidak berkaitan dengan manajemen Good Padel.
“Kami melihat bahwa kejadian ini tidak ada unsur kesengajaan dari pihak manajemen. Ini murni tindakan pribadi dari pelaku dan tidak ada kaitannya dengan Good Padel,” jelasnya.
Dengan adanya kesepakatan damai ini, kedua belah pihak berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi, serta menjadi pembelajaran penting bagi pengelola fasilitas publik dalam menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















