PROBOLINGGO - Kapal motor bermuatan sembako untuk warga Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, tenggelam di perairan utara Probolinggo, Selasa (9/6/2026) sore.
Kapal diduga kelebihan muatan dan mengalami mati mesin sebelum akhirnya terbalik dihantam gelombang. Beruntung, nahkoda dan kru kapal berhasil menyelamatkan diri.
Meski tak ada korban jiwa, namun puluhan kilogram bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng ikut tenggelam bersama kapal.
Kapal Motor (KM) Bahari Makmur yang dinakhodai Imam Makmur (36), warga Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, diketahui mengangkut bantuan program pangan dari Badan Pangan Nasional. Rencananya, bantuan sembako untuk warga Pulau Gili Ketapang.
Namun, saat berlayar sekitar 2,5 mil dari Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, mesin kapal dilaporkan tiba-tiba mati. Kondisi tersebut membuat kapal kehilangan kendali dan terus bergoyang diterjang ombak. Beberapa saat kemudian kapal terbalik dan tenggelam bersama muatan bantuan yang dibawanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, mengatakan bantuan yang tenggelam terdiri dari 6.800 kilogram beras dan 601 liter minyak goreng kemasan.
"Kapal yang tenggelam ini membawa bantuan pangan untuk masyarakat Pulau Gili Ketapang. Muatannya sekitar 6.800 kilogram beras dan 601 liter minyak goreng," ujar Arif Kurniadi.
Arif menjelaskan, total terdapat empat kapal yang digunakan untuk mengangkut bantuan pangan dari Bulog menuju Pulau Gili Ketapang.
"Program ini merupakan bantuan dari Badan Pangan Nasional yang didistribusikan melalui Bulog. Pengiriman ke Gili Ketapang menggunakan beberapa kapal karena jumlah bantuan yang cukup besar," katanya.
Meski satu kapal tenggelam, Arif memastikan bantuan yang hilang akan diganti sehingga hak masyarakat tetap terpenuhi.
"Kami dan Bulog sudah berkoordinasi dengan pihak ekspedisi. Bantuan yang tenggelam akan diganti kembali sehingga masyarakat tetap menerima sesuai alokasi yang telah ditetapkan," tegasnya.
Menurut Arif, jumlah penerima bantuan di Pulau Gili Ketapang mencapai 1.616 orang. Total bantuan yang akan disalurkan mencapai 32.320 kilogram beras dan 6.464 liter minyak goreng.
"Rencananya bantuan pengganti akan dikirim kembali pada hari Jumat dan selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat pada Sabtu mendatang" tambahnya.
Sementara itu, Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo, Hendra Yulis Priyanto, mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan kru kapal untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan laut tersebut.
"Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap nahkoda maupun kru kapal terkait kronologi serta penyebab tenggelamnya kapal," kata Hendra.
Ia menjelaskan dugaan awal mengarah pada faktor kelebihan muatan yang diperparah dengan kondisi mesin kapal yang mati saat pelayaran.
"Dugaan sementara memang ada indikasi kelebihan muatan. Namun demikian, kami masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya," ujarnya.
Pasca kejadian, bangkai kapal berhasil dievakuasi dan ditarik menuju kawasan Pulau Gili Ketapang untuk proses penanganan lebih lanjut.
"Yang terpenting seluruh awak kapal selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," imbuh Hendra.
Akibat insiden tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp90 juta. Sementara seluruh bantuan pangan yang tenggelam akan diganti agar penyaluran kepada ribuan warga Pulau Gili Ketapang tidak terganggu. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















