PROBOLINGGO - Teror pelemparan bondet atau bom ikan kembali meresahkan warga Kota Probolinggo. Kali ini, sasaran pelaku adalah kerumunan pemuda yang sedang bermain sepak bola di Jalan Ikan Tengiri, Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (19/7/2026) dini hari.
Akibat aksi orang tak dikenal tersebut, seorang pemuda bernama Muhammad Toni (26), warga Jalan Ikan Dorang, Kelurahan Mayangan, mengalami luka pada paha kanan akibat terkena serpihan ledakan bondet. Korban langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa terjadi saat sejumlah pemuda sedang bermain sepak bola di tengah jalan yang relatif sepi. Tiba-tiba tiga orang pelaku yang berboncengan menggunakan dua sepeda motor matik datang dari arah timur dengan kecepatan tinggi.
Tanpa berhenti, salah seorang pelaku melempar bondet ke arah kerumunan pemuda. Benda tersebut menghantam aspal sebelum akhirnya meledak dan serpihannya mengenai paha kanan korban.
Paman korban, Ahmad Shodiq, mengaku seluruh keluarga kaget setelah mendapat kabar keponakannya menjadi korban pelemparan bondet.
"Kami langsung membawa Toni ke rumah sakit karena pahanya terluka akibat serpihan ledakan. Yang kami khawatirkan bukan hanya luka yang dialami korban, tetapi aksi seperti ini bisa membahayakan banyak orang," ujar Ahmad Shodiq.
Ia berharap polisi segera menangkap para pelaku agar tidak kembali menebar teror di tengah masyarakat.
"Kalau dibiarkan, bisa saja nanti ada korban yang lebih banyak atau bahkan meninggal dunia. Kami berharap pelakunya cepat ditemukan," tambahnya.
Salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi, Fadluminallah, mengaku sempat mendengar suara ledakan cukup keras hingga membuat warga berhamburan keluar rumah.
"Awalnya kami kira suara ban meletus. Setelah didatangi ternyata ada pemuda yang terluka karena terkena serpihan bondet," katanya.
Menurutnya, pelaku langsung melarikan diri ke arah barat setelah melempar bondet sehingga tidak ada warga yang sempat mengejar.
"Motor mereka melaju sangat cepat. Jumlahnya tiga orang naik dua motor matik. Setelah melempar langsung kabur," jelasnya.
Tak lama berselang, Tim Inafis Satreskrim Polres Probolinggo Kota tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi memeriksa lokasi ledakan, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.
Dari hasil olah TKP sementara, bondet diketahui lebih dulu menghantam permukaan aspal sebelum meledak. Serpihan ledakan kemudian mengenai paha korban hingga menyebabkan luka.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas maupun motif pelaku pelemparan bondet tersebut. Polisi juga belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus yang kembali menimbulkan keresahan di Kota Probolinggo.
Peristiwa ini menambah daftar teror bondet yang terjadi di wilayah Probolinggo. Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan meningkatkan patroli pada malam hingga dini hari agar aksi serupa tidak kembali terjadi. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















