Menu
Pencarian


Warek II Untag Surabaya Prediksi Spanyol Hancurkan Argentina di Final Piala Dunia

Selvy Wang - Minggu, 19 Juli 2026 12:00
Warek II Untag Surabaya Prediksi Spanyol Hancurkan Argentina di Final Piala Dunia
Supangat, Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. (Foto: Dok Pribadi)

SURABAYA - Gelaran Piala Dunia 2026 memasuki babak krusial dengan menghadirkan laga final antara Spanyol kontra Argentina. Para pecinta bola menilai inilah final ideal karena menghadirkan juara Piala Eropa 2024 dengan juara bertahan Piala Dunia 2022.

Supangat , Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memprediksi laga Spanyol kontra Argentina mempertemukan dua kekuatan besar dunia.

"Pertandingan ini menjadi medan pertempuran taktik dan mental paling sengit dalam sejarah sepak bola kontemporer," ujarnya.

Namun, dalam bedah strategisnya yang didasarkan pada 25 tolak ukur komprehensif cetak biru tim juara, Supangat menegaskan bahwa Tim Matador Spanyol berada di atas angin dan akan keluar sebagai Juara Dunia 2026, menumbangkan dominasi Argentina.

Baca Juga :   Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Top Skor, Ungguli Lionel Messi dalam Perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026

"Melihat 25 tolak ukur komprehensif yang merupakan cetak biru dari sebuah tim juara, prediksi final ideal antara Spanyol dan Argentina akan menjadi pertarungan taktik dan mental yang sangat sengit. Namun, jika harus memilih satu yang keluar sebagai juara dunia berdasarkan pemenuhan indikator secara paling maksimal, Spanyol adalah prediksinya," ungkap mantan wakil Dekan I Fakultas Teknik Untag Surabaya.

Menurut analisisnya, terdapat empat pilar keunggulan utama yang membuat Spanyol jauh lebih superior dibanding Tim Tanggo.

"Kualitas merata dan kedalaman skuad terbaik, berbeda dengan Argentina yang secara psikologis masih kerap bergantung pada figur pemimpin atau magis Lionel Messi serta suksesornya. Spanyol tidak mengandalkan satu atau dua bintang. Dari lini belakang hingga depan, kualitas pemain utama dan cadangan hampir tanpa celah. Jika satu pemain absen, sistem permainan tetap berjalan sempurna," terangnya.

Baca Juga :   Hasil Piala Dunia 2026: Banjir 10 Gol, Inggris Kalahkan Prancis untuk Segel Tempat Ketiga

Kolektivitas dan kontrol ritme mutlak: Spanyol didefinisikan sebagai tim yang paling lengkap dan kompak.

"Gaya bermain berbasis penguasaan bola kolektif terbukti ampuh membuat lawan frustrasi, kelelahan fisik, sekaligus meminimalkan ancaman ke gawang mereka sendiri melalui sistem pertahanan berbasis ball possession," paparnya.

Baca Juga :   Prediksi Final Piala Dunia 2026: Spanyol Andalkan Kolektivitas, Argentina Bertumpu pada Mental Juara

Evolusi taktik transisi cepat Spanyol modern tidak lagi sekadar memperagakan tiki-taka monoton yang lambat.

"Mereka telah berevolusi menjadi unit dengan transisi menyerang dan bertahan yang sangat cepat memanfaatkan sayap-sayap modern yang eksplosif," tuturnya.

Manajemen fisik dan profesionalisrotasi: Didukung kedalaman skuad yang luar biasa, rotasi pemain Spanyol berjalan sangat presisi. Kondisi fisik yang prima dan manajemen cedera yang baik membuat mereka mampu mempertahankan konsistensi performa dari fase grup hingga laga final 120 menit tanpa penurunan intensitas sedikit pun.

Baca Juga :   Preview Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus dan The Three Lions Usung Misi Penebusan demi Juara Ketiga

Di akhir ulasannya, Supangat menekankan bahwa Spanyol memenangkan trofi bukan karena faktor ikonik individu, melainkan karena mereka menjelma sebagai sebuah unit mesin yang paling presisi, disiplin, dan adaptif di dunia untuk meredam agresivitas serta tekanan emosional Argentina.

Prediksi skor akhir adalah 2 - 1 untuk kemenangan Spanyol (melalui babak perpanjangan waktu atau extra time).

Skenario Jalannya Pertandingan:

Baca Juga :   Jadwal Pertandingan Final dan Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026

Babak Pertama (0 - 0 atau 1 - 1): Argentina kemungkinan akan mencetak gol terlebih dahulu memanfaatkan counter-attack cepat atau situasi bola mati (set piece), menguji mental juara Spanyol. Namun, Spanyol dengan ketenangannya mampu menyamakan kedudukan sebelum babak normal berakhir lewat kerja sama tim yang rapi dan penyelesaian akhir yang efektif.

Babak Tambahan (Extra Time): Di sinilah faktor kedalaman skuad dan kondisi fisik yang prima milik Spanyol berbicara. Ketika para pemain Argentina mulai kelelahan akibat gaya main mereka yang menguras fisik, pemain pengganti Spanyol masuk tanpa menurunkan kualitas permainan.

Supangat memprediksi Spanyol akan mencetak gol penentu di paruh kedua babak perpanjangan waktu melalui skema transisi cepat.

"Spanyol akan mencetak gol untuk menghindari drama adu penalti di mana Argentina biasanya memiliki keuntungan psikologis dan kualitas penjaga gawang yang krusial," pungkasnya. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.