KEDIRI - Dari Kediri menuju panggung dunia, itulah yang bisa menggambarkan seorang remaja asal Kediri yang bisa mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Olimpiade Matematika Internasional. Ia adalah Jesselyn Michelle Setiobudi, remaja berusia 15 tahun yang saat ini sedang menempuh sekolah SMA di Singapura.
Disela liburan sekolahnya, Jesselyn menyempatkan diri membimbing ratusan siswa SD Pawyatan Dhaha Kota Kediri dalam bidang matematika. Selain itu ia juga memberikan bimbingan matematika khusus dengan kurikulum Internasional kepada siswa siswi SMPN 1 dan 3 Kota Kediri.
Tanpa canggung dihadapan kepala sekolah, guru dan ratusan siswa ia menjelaskan secara gamblang tentang metode dan tips mengikuti ajang olimpiade matematika Internasional. Selain itu ia juga memberikan quiz soal olimpiade matematika kepada para siswa yang hadir.
"Soal dalam quiz ini sama seperti soal soal yang dilombakan dalam olimpiade matematika Internasional. Yang bisa menjawab benar dan bisa menjelaskan rumus yang digunakan langsung mendapatkan hadiah, "jelasnya dalam kelas Inspirasi di aula SMPN 1 Kota Kediri, Jum'at (10/04/2026).
Bila ingin bisa berprestasi di tingkat dunia, ia juga memberikan kiat khusus salah satunya juga harus punya kemampuan bahasa Inggris yang baik. "Selain harus pintar dalam bidang matematika, juga harus punya kemampuan berbahasa Inggris karena soal yang diberikan dalam olimpiade matematika menggunakan bahasa Internasional tersebut, "tambahnya.
Putri pasangan Yimmy Stephanoes dan Afriana Tanri Sudarno ini juga bukan sosok sembarangan. Ia adalah peraih lebih dari 50 medali Internasional dan Nasional, termasuk medali emas dan peringkat satu dunia pada International Junior Mathematics Olympiade tahun 2025 di Shenzhen, China.
Berikut deretan prestasi yang diraih Jesselyn Michelle Setiobudi dalam berbagai ajang Internasional :
- International Junior Mathematics Olympiad 2025 Gold Medal in Shenzhen, China (Top 1 Global Rank)
- International Junior Mathematics Olympiad 2024 Gold Medal in Turkey
- Outstanding Cambridge Learners Award: Top in the World for Mathematics IGCSE
- Merit-based foreign scholarship St Joseph’s Institution International Singapore Receiver
- World Mathematical Invitational Final 2025 in Bangkok, Thailand
- Southeast Asian Mathematical Olympiad X 2025 in Kuala Lumpur, Malaysia
- Siam International Math and Science Olympics World Star Award, Gold Medal, and 2nd Runner Up in Bangkok, Thailand
- World International Mathematical Olympiad 2026 Bronze Medal in Shenzhen, China
- Hong Kong International Mathematical Olympiad Final 2024, 2025 Gold Medal
- Thailand International Mathematical Olympiade Final 2024,2025 Gold Medal
- Big Bay Bei Final 2025 Gold Medal
- Singapore and Asian Schools Math Olympiad 2024,2025 Gold Medal
- American Mathematics Olympiad 2024, 2025 Gold Medal
- Singapore Math Challenge 2023, 2024 Gold Medal
- Hua Xia Cup Final 2024 Outstanding Award (Top 10 Global)
- Mathematics Without Borders Final 2025 Gold Medal
Mendirikan Lembaga Non Profit Future Mind IDN
Selain berprestasi Internasional, Jesselyn bersama kakaknya Jocelyn Cheryl Setiabudi juga mendirikan lembaga non profit yang diberi nama Future Mind IDN, yang telah memiliki dua ratus siswa dari berbagai sekolah. Lembaga ini dibangun sebagai bagian kegiatan sosialnya dengan memberikan bimbingan gratis, agar para pelajar ini bisa memiliki akses informasi dan peluang sama menuju ajang matematika Internasional.
Dengan Lembaga Future Mind IDN ini, Jesselyn juga berharap akan banyak siswa di kota kelahirannya Kediri berani melangkah ke panggung dunia, melalui jalur pendidikan khususnya di bidang olimpiade matematika. Saat ini sejumlah siswa binaannya juga telah mendapatkan medali diberbagai kejuaraan matematika baik tingkat daerah, nasional maupun Internasional.
Beberapa siswa yang dibantu Jesslyn seperti Keanu Askhiya Akbar Kurniawan tercatat meraih medali emas dalam ajang SMC 2025 serta medali emas dalam IKMC 2025. Rafardhan Daneesh Maheswara mendapatkan medali emas TOPAZ, medali perunggu HKIMO 2025 ICASMEO 2025 dan TIMO 2025.

Sementara Angularina Styazifa mendapatkan medali emas SMC 2025, serta Aleya Aisyah Humaira Azzahra berhasil meraih medali perak dalam IKMC 2025. Selain itu masih ada puluhan siswa lainnya yang juga mendapatkan medali perak dan perunggu.
"Melihat mereka berhasil meraih medali adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Semoga terus mereka terus berkembang dan mendaptakan hasil yang lebih baik lagi" ungkap Jesselyn.
Deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukannya mulai membuahkan hasil nyata. Future Minds IDN tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi siswa untuk berkembang dan berprestasi di tingkat internasional. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















