KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Cagar Budaya Jembatan Lama. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian jembatan bersejarah sekaligus mencegah kerusakan akibat tumpukan sampah yang terbawa arus Sungai Brantas.
Pembersihan melibatkan petugas gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Perum Jasa Tirta, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri. Mereka membersihkan sampah yang menumpuk di bawah Jembatan Lama, terutama kayu dan material yang tersangkut di kaki jembatan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya melestarikan Jembatan Lama yang dikenal sebagai salah satu jembatan besi tertua di Pulau Jawa. Penumpukan sampah dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan konstruksi apabila dibiarkan terus-menerus.
Selain menjaga kelestarian cagar budaya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Hari Jadi Kota Kediri ke-1147. Pasalnya, kawasan Sungai Brantas kerap menjadi lokasi berbagai kegiatan masyarakat saat peringatan hari jadi kota.
Baca Juga : Berkah Tahun Ajaran Baru, Pendapatan Penjahit Seragam di Kediri Meningkat
Dalam proses pembersihan, petugas menerjunkan satu unit perahu karet untuk mengangkut sampah secara manual dari sekitar kaki jembatan. Pembersihan ditargetkan rampung dalam tiga hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengatakan pemerintah juga tengah mengkaji solusi jangka panjang agar tumpukan sampah kiriman tidak terus menjadi persoalan setiap musim.
"Pemerintah Kota Kediri sedang melakukan pengkajian agar tumpukan sampah yang terbawa arus tidak lagi menjadi permasalahan yang berulang setiap tahunnya," ujarnya.
Baca Juga : 700 Warga Turun ke Sungai Kedak, Pemkot Kediri Bersihkan Sampah dan Tebar 1.000 Bibit Ikan
Usai menyelesaikan pembersihan di kawasan Jembatan Lama, petugas gabungan juga akan menyisir sejumlah sungai lain di Kota Kediri yang selama ini menjadi titik penumpukan sampah. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















