PROBOLINGGO - Kabar gembira bagi wisatawan yang berencana menghabiskan masa libur sekolah di kawasan Bromo. Jembatan kaca yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Bukit Seruni Poin, Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo dipastikan segera beroperasi setelah pengelola resmi menerima hak pengelolaan dari Balai Besar TNBTS.
Kepastian tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pemanfaatan aset negara antara Balai Besar TNBTS dan CV Sinergi Permata Semesta selaku pengelola. Dengan adanya kesepakatan tersebut, pengelola menargetkan jembatan kaca sudah dapat dinikmati wisatawan pada akhir Juni 2026, yang juga bertepatan dengan musim libur sekolah.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas wisata yang telah dibangun pemerintah sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pengunjung Bromo.
"Pemanfaatan aset ini ditujukan untuk mendukung aktivitas wisata alam yang aman dan nyaman. Kami berharap keberadaan jembatan kaca mampu menambah daya tarik kawasan Bromo tanpa mengabaikan fungsi konservasi yang menjadi prioritas utama," kata Rudijanta usai penandatanganan kerja sama pada Kamis (11/6/2026).
Baca Juga : Memasuki Masa Libur Sekolah, PT KAI Daop 9 Jember Berikan Diskon Tiket 30 Persen
Menurutnya, masa kerja sama pengelolaan berlangsung selama lima tahun ke depan. Seluruh fasilitas yang ada, mulai dari area jembatan, kawasan penunjang hingga sarana pendukung lainnya akan digunakan untuk mendukung kegiatan wisata alam.
"Jembatan kaca ini merupakan bagian dari pengembangan destinasi wisata nasional. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan pengalaman baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Bromo," ujarnya.
Rudijanta menambahkan, pengelolaan jembatan kaca juga menjadi bentuk kolaborasi antara TNBTS dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mengembangkan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Baca Juga : Menjelajahi Surabaya: 7 Tempat Unik yang Menyimpan Cerita, Budaya, dan Transformasi Kota
"Kami ingin pengelolaan kawasan wisata ini memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar. Namun di sisi lain, prinsip-prinsip konservasi tetap harus dijaga bersama," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta, Achmad Ridho, mengungkapkan pihaknya segera melakukan serangkaian pemeriksaan teknis sebelum jembatan resmi dibuka untuk umum.
"Dalam waktu dekat kami akan melakukan inspeksi menyeluruh dan perawatan praoperasional. Target kami, sebelum puncak libur sekolah berakhir, wisatawan sudah bisa menikmati jembatan kaca ini," ujar Ridho.
Baca Juga : 7 Taman Terbaik, Terfavorit, dan Teraesthetic di Surabaya yang Wajib Dikunjungi
Ia menegaskan keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam operasional jembatan kaca. Karena itu seluruh prosedur akan mengacu pada standar operasional yang telah ditetapkan oleh instansi teknis terkait.
"Keamanan menjadi fokus utama kami. Semua prosedur dan standar keselamatan akan diterapkan secara ketat agar wisatawan merasa aman saat berada di atas jembatan kaca," katanya.
Ridho mengaku pihaknya memiliki pengalaman mengelola wahana serupa sehingga optimistis dapat menghadirkan destinasi yang aman sekaligus menarik bagi wisatawan.
"Pengalaman mengelola objek wisata serupa menjadi bekal bagi kami. Namun setiap lokasi memiliki karakteristik berbeda sehingga evaluasi dan pengawasan tetap kami lakukan secara berkala," jelasnya.
Selain fokus pada aspek keselamatan, pengelola juga berkomitmen melibatkan masyarakat sekitar dalam operasional wisata. Peluang kerja bagi warga lokal dan pemberdayaan pelaku UMKM menjadi salah satu program yang akan dijalankan.
"Kami ingin keberadaan jembatan kaca ini tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan Bromo," ungkapnya.
Ridho menambahkan, pelestarian lingkungan tetap menjadi perhatian utama selama masa pengelolaan.
"Kami berkomitmen menjaga kelestarian kawasan konservasi. Pengembangan wisata harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga alam agar tetap lestari untuk generasi mendatang," pungkasnya. (*)
Editor : A. Ramadhan



















