MAGETAN - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, pedagang perlengkapan sekolah di pasar tradisional Kabupaten Magetan justru menghadapi penurunan omzet. Kondisi yang biasanya menjadi musim panen bagi para pedagang kini berubah sepi, bahkan jumlah pembeli disebut turun hingga 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Suasana tersebut terlihat di Pasar Parang, Kabupaten Magetan. Lapak-lapak yang menjual tas, sepatu, buku, hingga alat tulis tampak lengang meski tahun ajaran baru tinggal menghitung hari.
Salah seorang pedagang, Suratman, mengatakan penurunan pembeli sudah dirasakan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, tahun ini menjadi salah satu yang paling berat sejak dirinya mulai berjualan pada 1990.
"Biasanya menjelang masuk sekolah pembeli ramai, tetapi sekarang jauh berkurang. Tahun ini penjualan turun sekitar 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Banyak pembeli yang beralih belanja secara online karena dianggap lebih praktis dan sering menawarkan harga promo," ujar Suratman.
Ia menilai perubahan pola belanja masyarakat menjadi penyebab utama menurunnya transaksi di pasar tradisional. Semakin banyak konsumen memilih membeli perlengkapan sekolah melalui toko daring yang menawarkan berbagai potongan harga dan kemudahan berbelanja.
Di sisi lain, sebagian besar pedagang pasar tradisional yang didominasi kalangan lanjut usia mengaku belum mampu mengikuti perkembangan teknologi dan pemasaran digital. Kondisi tersebut membuat mereka semakin sulit bersaing dengan pelaku usaha yang telah memanfaatkan platform digital.
Meski demikian, Suratman berharap masyarakat tetap memilih berbelanja di pasar tradisional. Selain dapat melihat langsung kualitas barang, pembeli juga bisa berinteraksi dengan pedagang dan menawar harga sesuai kebutuhan.
Ia juga berharap pemerintah daerah bersama pengelola pasar memberikan pendampingan pemasaran digital, pelatihan pemanfaatan media sosial, hingga menggelar program promosi atau bazar perlengkapan sekolah agar pedagang pasar tradisional mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Di tengah pesatnya pertumbuhan perdagangan daring, pasar tradisional dinilai masih memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Dukungan masyarakat serta inovasi dalam pemasaran menjadi faktor penting agar pedagang kecil tetap mampu bertahan dan bersaing.
Editor : JTV Madiun



















