Menu
Pencarian

Jelang Iduladha, Harga Bawang Merah dan Cabai Merah di Jatim Melonjak

Portaljtv.com - Senin, 25 Mei 2026 09:06
Jelang Iduladha, Harga Bawang Merah dan Cabai Merah di Jatim Melonjak
Pedagang di pasar Tanjung, Kabupaten Jember. (Foto: Lutfi Qurrohman)

SURABAYA - Harga pangan di Jawa Timur kembali bergerak variatif menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 25 Mei 2026, sejumlah komoditas mengalami kenaikan cukup tajam, terutama bawang merah, cabai merah besar, daging ayam ras, dan telur ayam ras di pasar tradisional.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada bawang merah ukuran sedang yang melonjak 19,45 persen dibanding pekan lalu. Harga bawang merah kini menyentuh Rp 52.500 per kilogram atau naik Rp 8.550. Sementara cabai merah besar juga merangkak naik 28,08 persen menjadi Rp 65 ribu per kilogram.

Di sisi lain, cabai rawit merah masih bertahan tinggi di angka Rp 70 ribu per kilogram meski turun 7,83 persen dibanding pekan lalu. Cabai rawit hijau juga turun 7,59 persen menjadi Rp 33.500 per kilogram.

Komoditas pangan lain yang ikut naik yakni daging ayam ras segar menjadi Rp 36.250 per kilogram atau naik 4,17 persen. Telur ayam ras segar juga naik 6,09 persen menjadi Rp 27 ribu per kilogram.

Baca Juga :   Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit dan Daging Sapi di Jatim Melonjak

Harga beras di Jawa Timur turut mengalami kenaikan tipis. Beras kualitas bawah I naik menjadi Rp 14.500 per kilogram, beras medium I Rp 15.350 per kilogram, sedangkan beras medium II mencapai Rp 14.700 per kilogram.

Sementara itu, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Bawang putih ukuran sedang turun 11,19 persen menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Daging sapi kualitas I turun menjadi Rp 127.500 per kilogram dan minyak goreng curah turun menjadi Rp 20.500 per kilogram.

Pergerakan harga pangan ini diperkirakan masih akan berlangsung dinamis menjelang Iduladha seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat. Komoditas cabai, bawang, hingga protein hewani menjadi yang paling sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan pasar.

Baca Juga :   Jelang Iduladha, Harga Cabai di Jatim Masih Tinggi, Bawang Merah dan Daging Ayam Mulai Naik

Sebagai catatan, PIHPS merupakan sistem pemantauan harga pangan strategis nasional yang disusun Bank Indonesia berdasarkan data harian dari sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah. Harga komoditas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi distribusi, pasokan, dan permintaan di lapangan. (*)

Editor : A. Ramadhan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.