SURABAYA - Jawa Timur tidak hanya melegenda dengan sejarah kerajaan Hindu-Budha yang besar, tetapi juga menjadi saksi bisu awal mula syiar Islam di Nusantara. Melalui peran Wali Songo—khususnya lima wali yang berdakwah di wilayah ini—Islam tumbuh subur dan mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.
Hingga saat ini, jejak dakwah mereka tidak pernah sepi dari peziarah. Kekuatan dakwah yang santun dan akulturatif menjadikan makam para wali sebagai destinasi wisata religi sekaligus pusat pembelajaran spiritual bagi umat Muslim dari berbagai penjuru daerah.
Berikut adalah rekam jejak lima wali di Jawa Timur yang menjadi pilar penyebaran Islam:
1. Sunan Ampel (Raden Rahmat) – Surabaya
Datang sekitar tahun 1440 M, Sunan Ampel mendirikan Pesantren Ampel Denta di Surabaya. Tempat ini menjadi pusat pendidikan Islam pertama dan terbesar di masanya, yang melahirkan ulama-ulama besar seperti Sunan Giri dan Sunan Bonang. Sunan Ampel dikenal dengan pendekatan dakwah yang menjunjung tinggi nilai budaya, sehingga Islam diterima tanpa menghapus identitas lokal masyarakat.
2. Sunan Giri (Raden Paku) – Gresik
Berpusat di Giri Kedaton, Gresik, Sunan Giri memberikan pengaruh besar di bidang pendidikan sejak abad ke-15. Giri Kedaton bukan sekadar pesantren, melainkan pusat peradaban bagi para dai dari berbagai wilayah di Indonesia untuk memperdalam agama sebelum menyebarkannya ke daerah asal mereka.
3. Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim) – Tuban
Putra dari Sunan Ampel ini dikenal sangat mahir memanfaatkan seni sebagai media dakwah. Sunan Bonang menggubah musik gamelan dan menciptakan tembang-tembang legendaris, salah satunya adalah Tombo Ati dan berbagai macapat Kidung Bonang yang masih populer hingga sekarang.
4. Sunan Drajat (Raden Qasim) – Lamongan
Sunan Drajat menonjol karena kepedulian sosialnya yang tinggi. Beliau aktif membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan membela masyarakat yang tertindas. Ajarannya menekankan bahwa ibadah tidak hanya tentang hubungan dengan Tuhan (hablun minallah), tetapi juga kepedulian nyata terhadap sesama manusia (hablun minannas).
5. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) – Gresik
Dianggap sebagai pionir Wali Songo, beliau memulai dakwahnya sekitar tahun 1371 M. Maulana Malik Ibrahim masuk melalui jalur perdagangan yang inklusif. Kecakapannya dalam berinteraksi membuat Raja Majapahit saat itu mengangkatnya sebagai Syahbandar (kepala pelabuhan) di salah satu pelabuhan Gresik, yang kemudian ia jadikan pintu masuk syiar Islam.
Hingga kini, makam kelima wali tersebut tetap menjadi magnet spiritual bagi masyarakat yang ingin melakukan ziarah sekaligus meneladani nilai-nilai kehidupan yang mereka wariskan. (Cahya Fitra)
Ayo Ikuti Lomba Foto Ziarah Religi JTV!
Apakah Anda hobi memotret atau sedang merencanakan perjalanan ziarah ke makam para Wali? Jangan lewatkan kesempatan emas ini!
JTV mengundang Anda semua untuk berpartisipasi dalam Lomba Foto dan video Ziarah Religi 5 Wali Jawa Timur. Tunjukkan momen syahdu, keindahan arsitektur, atau aktivitas spiritual di sekitar makam Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, atau Sunan Gresik.
Menangkan Hadiah Total Jutaan Rupiah!
Segera siapkan kamera atau smartphone terbaik Anda dan abadikan jejak spiritual di Jawa Timur. Informasi lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan lomba, silakan klik di sini!
Editor : Iwan Iwe



















