Menu
Pencarian


Hutan Lindung di Sampung Ponorogo Terbakar, Asap Tebal Ganggu Pengendara di Jalur Ponorogo–Magetan

JTV Madiun - Rabu, 22 Juli 2026 15:23
Hutan Lindung di Sampung Ponorogo Terbakar, Asap Tebal Ganggu Pengendara di Jalur Ponorogo–Magetan
Hutan Lindung di Sampung Ponorogo Terbakar, Asap Tebal Ganggu Pengendara di Jalur Ponorogo–Magetan

PONOROGO - Kebakaran hutan kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo. Hutan lindung milik Perhutani di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, terbakar pada Selasa petang. Selain menghanguskan semak belukar dan tegakan jati, asap tebal dari kebakaran sempat mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas di jalan penghubung Ponorogo–Magetan.

Kebakaran terjadi di petak 62 BKPH Sampung, KPH Madiun. Api dengan cepat membesar karena membakar tumpukan daun jati kering dan semak belukar yang mudah terbakar. Tiupan angin membuat kobaran api terus merembet hingga memperluas area yang terdampak.

Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas. Upaya tersebut dilakukan agar api tidak merembet hingga ke tepi jalan maupun ke kawasan hutan yang lebih luas.

Salah seorang warga, Zainul Rohman, mengatakan asap tebal dari kebakaran sempat menutupi pandangan pengguna jalan sehingga pengendara diminta lebih berhati-hati saat melintas.

Baca Juga :   Dua Sepeda Motor Bertabrakan di Siman Ponorogo, Anak 5 Tahun Ikut Jadi Korban

"Asapnya cukup tebal hingga menutupi pandangan di jalan. Warga berusaha memadamkan api agar tidak semakin meluas sambil menunggu petugas datang ke lokasi," ujar Zainul Rohman.

Sekitar satu jam setelah kebakaran terjadi, petugas gabungan dari Perhutani, TNI, dan Polri tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Selain memadamkan api, petugas juga membuat sekat agar kobaran api tidak merambat ke kawasan hutan lainnya.

Petugas Perhutani, Andik Kuswoyo, mengatakan proses pemadaman dilakukan secara bertahap hingga api berhasil dikendalikan.

Baca Juga :   Pemancing yang Hilang di Sungai Wilangan Ponorogo Ditemukan Meninggal Dunia

"Petugas gabungan langsung melakukan pemadaman dan mengisolasi titik api agar tidak meluas ke petak hutan lainnya. Kondisi angin menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman," kata Andik Kuswoyo.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sementara itu, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare, dengan area yang didominasi semak belukar dan tegakan pohon jati.

Perhutani mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan, terutama pada musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kebakaran tidak meluas.

Editor : JTV Madiun





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.