Beberapa hari terakhir, pagi hari di Surabaya terasa berbeda. Tak seperti biasanya, suasana pagi di Kota Pahlawan terasa lebih sendu karena hujan masih kerap turun. Kondisi ini membuat sebagian orang lebih sulit bangun tidur, mengantuk sepanjang pagi, hingga malas memulai aktivitas. Ternyata, rasa mager saat hujan memiliki penjelasan ilmiah di baliknya.
1. Tubuh Mendapat Paparan Cahaya Matahari Lebih Sedikit
Tubuh manusia memiliki jam biologis yang dipengaruhi oleh cahaya matahari. Saat cuaca mendung atau hujan, intensitas cahaya yang diterima tubuh berkurang. Akibatnya, otak menganggap waktu istirahat masih berlangsung sehingga rasa kantuk lebih mudah muncul.
2. Produksi Hormon Melatonin Meningkat
Melatonin merupakan hormon yang membantu mengatur siklus tidur. Hormon ini akan diproduksi lebih banyak ketika tubuh berada di lingkungan yang gelap. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rileks dan mengantuk.
3. Udara Sejuk Membuat Tubuh Ingin Beristirahat
Turunnya suhu udara saat hujan membuat tubuh merasa lebih nyaman dibanding saat cuaca panas. Kondisi ini membuat sebagian orang lebih betah berada di bawah selimut atau ingin beristirahat lebih lama.
4. Suara Hujan Memberikan Efek Menenangkan
Menurut pakar tidur dr. Andreas Prasadja, RPSGT dari Snoring and Sleep Disorder Clinic Jakarta, suara air merupakan salah satu bentuk white noise alami. Bunyi rintik hujan dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang dan rileks.
5. Kondisi Lingkungan Ikut Memengaruhi Semangat Beraktivitas
Selain faktor biologis, kondisi lingkungan saat musim hujan juga dapat memengaruhi semangat seseorang untuk beraktivitas. Di Surabaya sendiri, hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan genangan di sejumlah titik jalan.
Kondisi tersebut membuat sebagian orang harus berangkat lebih awal, menghadapi kemacetan, hingga menerjang jalan yang basah dan becek. Tak heran jika cuaca hujan kerap membuat aktivitas terasa lebih berat dibanding hari-hari biasa.
Rasa malas dan mengantuk saat hujan pagi ternyata dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari berkurangnya paparan sinar matahari, meningkatnya hormon melatonin, suhu udara yang lebih sejuk, hingga suara hujan yang menenangkan. Di sisi lain, kondisi lingkungan seperti jalan yang basah, genangan air, dan kemacetan saat hujan juga dapat memengaruhi semangat seseorang untuk beraktivitas.
Meski demikian, menjaga pola hidup sehat dan rutinitas yang baik dapat membantu tubuh tetap produktif meski cuaca sedang mendung atau hujan.(Luluk listiani)
Editor : Iwan Iwe



















