PACITAN - Setelah menunggu selama lima hari, hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan massal siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tegalombo akhirnya keluar.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Daru Mustikoaji, menyampaikan hasil tersebut pada Jumat (17/04) siang. Ia menjelaskan, sampel makanan sebelumnya dikirim ke laboratorium di Surabaya dan Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari hasil laboratorium, sampel makanan yang diambil pada kurun waktu 8 sampai 10 April di SPPG Kebondalem ditemukan adanya bakteri. Termasuk juga air yang diuji di Labkesda Pacitan,” kata Daru.
Meski demikian, pihaknya belum menyebut secara rinci jenis bakteri yang ditemukan dalam hasil pemeriksaan tersebut. Namun, beberapa sampel makanan yang terindikasi mengandung bakteri di antaranya sayuran sawi dan edamame.
Baca Juga : PLN NP UP Pacitan dan Warga Kembangkan Agrowisata Alpukat Berbasis Lingkungan di Sudimoro
“Yang mengandung bakteri di antaranya sawi dan edamame. Jadi dapat dipastikan makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut yang menyebabkan para siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing,” jelasnya.
Daru menambahkan, hasil laboratorium itu selanjutnya akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program MBG ke depan.
“Nanti hasil ini kami serahkan ke BGN untuk bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” imbuhnya.
Baca Juga : Tak Terima Anaknya Dianiaya, Ibu di Pacitan Seret Oknum Polisi ke Ranah Hukum
Sementara itu, total siswa yang terdampak dalam kejadian tersebut tercatat sebanyak 158 orang. Dari jumlah itu, enam siswa di antaranya masih menjalani perawatan. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















