LAMONGAN - Tim gabungan kembali melanjutkan pencarian bocah SMP yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Rabu (4/2/2026) pagi. Pencarian memasuki hari kedua setelah sempat dihentikan akibat cuaca buruk.
Tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Lamongan, BPBD, dan Tim Basarnas, melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Pada hari kedua ini, jangkauan pencarian diperluas hingga tiga kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.
Untuk mempercepat pencarian, petugas menurunkan lima perahu karet yang menyisir aliran sungai ke arah hilir, termasuk titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tersangkut. Kondisi cuaca yang lebih baik dibandingkan hari sebelumnya memungkinkan pencarian kembali dilakukan sejak pagi hari.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Hamzaid, mengatakan pencarian kembali dilanjutkan setelah sebelumnya terpaksa dihentikan pada Selasa malam karena hujan deras dan angin kencang.
Baca Juga : Bocah SMP Hilang Terseret Arus Bengawan Solo
“Pagi ini pencarian korban tenggelam kembali dilanjutkan. Tim gabungan dari Satpolairud, BPBD, dan Tim SAR melakukan penyisiran Sungai Bengawan Solo dengan memperluas area pencarian hingga sejauh tiga kilometer dari titik korban tenggelam,” ujar Ipda Hamzaid.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban berinisial MN (13), pelajar SMP asal Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Lamongan, tenggelam saat mandi bersama temannya di Sungai Bengawan Solo, Selasa (3/2/2026) sore. Dalam kejadian tersebut, satu orang temannya berhasil diselamatkan, sementara MN hanyut terbawa arus sungai. (*)
Editor : A. Ramadhan



















