SURABAYA - KONI Jawa Timur akan mulai menyeleksi atlet-atlet terbaik Jawa Timur untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada Juni 2026 mendatang. Pada ajang PON Beladiri tersebut, terdapat delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, di antaranya Kurash/Kabbadi, Muaythai, IBCA-MMA, Hapkido, Tinju, Anggar, dan Kick Boxing.
Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menilai PON Beladiri sebagai momentum penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kekuatan olahraga beladiri Jawa Timur yang selama ini dinilai belum optimal. Oleh karena itu, KONI Jatim akan melakukan seleksi ulang terhadap atlet-atlet yang diproyeksikan tampil, dengan fokus pada atlet yang memiliki rekam jejak prestasi kuat. Atlet yang diprioritaskan adalah peraih medali emas atau perak yang dinilai memiliki peluang besar meraih emas, baik pada PON 2024 lalu, kejuaraan nasional, maupun ajang internasional seperti SEA Games 2025.
Muhammad Nabil menjelaskan bahwa KONI Jawa Timur telah menggelar rapat bersama delapan cabang olahraga beladiri yang akan bertanding di Sulawesi Utara. Dalam rapat tersebut, masing-masing cabang olahraga diminta mengusulkan atlet-atlet terbaik yang memenuhi standar medali emas. Ia menegaskan bahwa keterbatasan waktu menjadi pertimbangan utama sehingga atlet dengan potensi medali perunggu tidak diprioritaskan.
“Kami sudah mengadakan rapat dengan delapan cabang olahraga beladiri yang akan bertanding di Sulawesi Utara. Kita panggil, kita minta kepada mereka untuk mengusulkan atlet-atlet terbaik dan memenuhi standar medali, terutama yang emas. Kalau cuma perunggu-perunggu, kita tidak ikutkan,” ujar Muhammad Nabil.
Baca Juga : Muhammad Nabil Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Jatim Periode 2026–2030
Ia menambahkan, “Karena waktunya pendek dan kita tidak bisa mendesain atlet dalam waktu yang sangat singkat untuk menjadi juara. Kalau perunggu, ya nantinya dapat perunggu.”
Lebih lanjut, Nabil mengungkapkan bahwa proses seleksi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pelatih dan pimpinan cabang olahraga. Ia meminta setiap cabor untuk menyertakan data rival dan rekam jejak prestasi sebagai bahan perbandingan.
“Dan tentu saya minta dari masing-masing cabor, pelatih dan pimpinan cabornya, untuk mengusulkan rival mereka dan track record rival. Kita tandingkan dan sandingkan nanti,” jelasnya.
Baca Juga : Hanya Raih 32 Emas, KONI Jatim Evaluasi Cabor Beladiri Usai PON Kudus 2025
Selain itu, KONI Jawa Timur juga akan menggelar tes fisik dan tes prestasi sebagai tahap akhir seleksi. “Kita adakan tes fisik nanti, terakhir kita ada tes prestasi. Jadi kami sekarang sedang mempersiapkan berbagai PON yang akan mendatang,” pungkas Nabil.
Pada PON Beladiri di Kudus sebelumnya, kontingen Jawa Timur berhasil meraih peringkat ketiga dengan torehan 32 medali emas, 17 perak, dan 13 perunggu. Hasil tersebut menempatkan Jawa Timur di atas tuan rumah Jawa Tengah yang berada di posisi keempat dengan raihan 25 emas, 34 perak, dan 51 perunggu.
Sementara itu, Jawa Timur berada di bawah dua pesaing utamanya, yakni DKI Jakarta yang keluar sebagai juara umum dengan 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, serta Jawa Barat di peringkat kedua dengan 35 emas, 18 perak, dan 38 perunggu. (Yona Salma)
Baca Juga : Ju-Jitsu Jatim Sukses 4 Kali Beruntun Juara Umum PON Beladiri 2025
Editor : Iwan Iwe



















